Update Longsor Banjarnegara: 934 Warga Mengungsi, 182 Rumah Rusak

Sebanyak 934 jiwa dari 335 kepala keluarga (KK) harus mengungsi setelah bencana tanah longsor melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Longsor di Pandanarum, Banjarnegara tersebut terjadi pada Sabtu (15/11/2025).
Hingga Rabu (19/11/2025) malam, 3 warga dinyatakan meninggal dunia, sementara 25 orang masih dalam pencarian.
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terus melakukan operasi pencarian baik secara manual maupun menggunakan alat berat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa penyelamatan serta pemenuhan kebutuhan pengungsi menjadi fokus utama dalam penanganan darurat.
“Kebutuhan dasar seperti perlengkapan bayi, pakaian, makanan anak, perlengkapan kebersihan, dan pendampingan psikososial menjadi kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian,” ujar Muhari, seperti dalam keterangan resminya, Kamis (20/11/2025).
Rincian 934 pengungsi
Pencarian korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai gunakan alat berat pada Rabu (19/11/2025).
Menurut data posko darurat BNPB, pengungsi terdiri dari:
- Total: 934 jiwa
- Jenis kelamin: 454 laki-laki dan 480 perempuan
- Jumlah KK: 335 kepala keluarga
Seluruh pengungsi tersebar di lima lokasi:
- Kantor Kecamatan Pandanarum
- GOR Desa Beji
- Gedung Haji Desa Pringamba
- Gedung Muhammadiyah
- Rumah kerabat atau saudara
BPBD Banjarnegara juga mengaktifkan dapur umum serta mendistribusikan bantuan untuk memastikan kebutuhan harian warga terpenuhi.
182 rumah rusak dan infrastruktur terputus
Hasil kaji cepat menunjukkan 182 rumah terdampak, dengan rincian:
- 128 unit rusak ringan
- 54 unit rusak berat
Kerusakan lain juga terjadi pada fasilitas umum dan infrastruktur desa, antara lain:
- Jalan desa sepanjang ±800 meter
- Saluran irigasi sepanjang 670 meter
- Jaringan listrik
- Satu bendung irigasi
- Satu masjid rusak berat
- Dua mushala rusak ringan atau terancam
Dampak ekonomi juga dirasakan warga akibat hilangnya:
- 5 ekor sapi
- 125 ekor kambing
- 14 warung
- Lahan pertanian dan perkebunan
Kerusakan yang luas membuat sebagian besar pengungsi belum dapat kembali ke rumah karena kondisi lingkungan belum aman.
521 personel dikerahkan
BNPB bersama BPBD, TNI–Polri, tenaga medis, PMI, relawan, dan berbagai instansi terkait mengerahkan 521 personel dalam penanganan darurat.
Upaya yang dilakukan meliputi:
- Pencarian dan pertolongan korban
- Pemantauan geologi dan kajian kerentanan
- Dukungan psikososial dan kesehatan
- Aktivitas dapur umum dan distribusi logistik
- Penataan lalu lintas
- Pengurusan pemakaman korban
- Evaluasi penanganan setiap hari
Operasi dipastikan berlanjut hingga seluruh korban ditemukan dan para penyintas dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.