Banjir Terjang Bandar Lampung dan Lampung Selatan, 1 Warga Tewas dan 2 Masih Hilang
Wilayah Provinsi Lampung dilanda banjir pada Jumat (6/3/2026) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah daerah sejak sekitar pukul 15.00 WIB.
Genangan air dilaporkan terjadi di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan setelah beberapa sungai meluap dan air masuk ke permukiman warga.
Peristiwa ini menyebabkan ratusan rumah terdampak serta menimbulkan korban jiwa dan korban hilang.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim gabungan segera melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Apa Penyebab Banjir yang Melanda Wilayah Lampung?
Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa jam pada Jumat sore.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat secara cepat hingga meluap ke kawasan permukiman warga.
Luapan air tersebut menggenangi sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Beberapa titik bahkan mengalami genangan cukup tinggi sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Direktorat Koordinasi dan Operasi (Koordalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kaji cepat untuk mengetahui dampak bencana di lapangan.
Wilayah Mana Saja yang Terdampak di Kabupaten Lampung Selatan?
Proses evakuasi warga yang terdampak banjir di Lampung Selatan, Jumat (6/3/2026) malam.
Berdasarkan hasil kaji cepat BNPB, wilayah terdampak di Kabupaten Lampung Selatan meliputi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Jati Agung dan Kecamatan Tanjung Bintang.
Di Kecamatan Jati Agung, sejumlah desa dan kelurahan yang terdampak banjir antara lain:
- Desa Way Huwi
- Kelurahan Way Galih
- Desa Karang Sari
- Desa Gedung Harapan
- Desa Karang Anyar
- Desa Marga Agung.
Data sementara mencatat sekitar 444 kepala keluarga terdampak akibat banjir tersebut. Selain itu, sekitar 444 unit rumah warga turut terdampak oleh genangan air.
Dalam laporan sementara, satu orang warga juga dilaporkan hilang akibat peristiwa banjir tersebut.
Bagaimana Kondisi Banjir di Kota Bandar Lampung?
Selain Lampung Selatan, banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data sementara, banjir terjadi di 13 kecamatan dengan sedikitnya 17 kelurahan terdampak.
Beberapa kecamatan yang dilaporkan mengalami banjir di antaranya:
- Sukarame
- Tanjung Senang
- Enggal
- Tanjung Karang Barat
- Way Halim
- Rajabasa
- Tanjung Karang Timur
- Tanjung Karang
- Sukabumi
- Kedamaian
- Langkapura.
Sementara itu, sejumlah kelurahan yang terdampak meliputi Sukarame Baru, Sukarame, Korpri Jaya, Sukabumi, Way Dadi, Tanjung Senang, Labuhan Dalam, Suka Jawa, Jagabaya, Perumnas, Rajabasa, Sawah Lama, Tanjung Karang, Gotong Royong, Kalibalau Kencana, dan Gunung Terang.
Data sementara menunjukkan satu orang warga meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam proses pencarian akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Apa Upaya Penanganan yang Dilakukan Petugas?
Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan BPBD Kota Bandar Lampung segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung untuk melakukan pendataan serta penanganan darurat di lapangan.
Tim BPBD Kota Bandar Lampung juga melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.
Sementara itu, tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang di kedua wilayah tersebut.
Selain melakukan evakuasi warga, petugas juga melakukan pendataan kerusakan serta memantau perkembangan kondisi banjir di sejumlah titik terdampak.
Bagaimana Kondisi Terkini di Wilayah Terdampak?
Berdasarkan laporan perkembangan terbaru pada Jumat (6/3/2026), kondisi banjir di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung dilaporkan mulai berangsur surut.
Meski demikian, proses evakuasi warga terdampak serta pendataan kerusakan dan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Operasi pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang juga akan dilanjutkan pada hari berikutnya oleh tim SAR gabungan.
Apa Status Kebencanaan di Provinsi Lampung?
Saat ini Provinsi Lampung masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Status tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/683/VI.08/HK/2025 tentang Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/2026.
Keputusan tersebut berlaku sejak 1 Agustus 2025 hingga 27 Juli 2026.
Status siaga darurat ini menunjukkan bahwa wilayah Lampung masih memiliki potensi tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang dapat dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan diharapkan untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah serta aparat setempat.
Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi antarinstansi diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan warga di wilayah terdampak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang