Longsor Banjarnegara: Hari ke-9, Titik Pencarian Korban Fokus Dua Sektor Kerahkan 24 Alat Berat
Memasuki hari ke-9 operasi pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan fokus yang lebih spesifik. Titik pencarian kini difokuskan menjadi dua sektor yang dinilai memiliki potensi kuat lokasi tertimbunnya para korban.
Sebelum operasi dimulai, area longsoran sempat berubah menjadi embung besar akibat aliran air yang tertahan material longsor. Kondisi itu memicu kekhawatiran terjadinya longsor susulan.
24 Alat berat dikerahkan untuk mencari korban longsor Banjarnegara, Jateng
“Kami melihat air mulai mengumpul dan itu sangat berbahaya. Kalau tidak segera ditangani, bisa memicu longsor susulan,” kata Kepala Kantor SAR Semarang Budiono, Senin (24/11/2025).
Untuk mengurangi risiko, tim langsung membuat sodetan. “Sodetan ini kami buat agar tekanan air berkurang. Prioritas kami adalah keselamatan tim dan warga,” lanjut Budiono.
Setelah dilakukan assesment, Tim SAR memutuskan mempersempit pencarian hanya pada Sektor B dan Sektor C. Dua titik tersebut menjadi fokus utama berdasarkan hasil deteksi anjing pelacak dan laporan keluarga korban.
“Dari K9 ada respons di dua titik itu. Informasi dari keluarga korban juga mengarah ke lokasi yang sama,” ujar Budiono. Ia menambahkan, “Karena itu kami kerahkan kekuatan penuh di dua sektor itu, termasuk alat berat.”Ujar Budiono.
Sebanyak 24 alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi. Sementara tim K9 ditempatkan untuk memastikan titik-titik yang berpotensi terdapat korban.
“Harapan kami hari ini ada perkembangan signifikan. Kami terus berupaya maksimal,” tegas Budiono.
Hingga hari kedelapan kemarin, total 12 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 16 orang lainnya masih dinyatakan hilang. (Laporan Mohammad Hamzah Sodiq, tvOne, Banjarnegara)