3 Warga Meninggal dan 20 Hilang, Longsor Cibeunying Cilacap Picu Relokasi Besar-besaran

Upaya pencarian korban longsor di Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terus berlangsung di tengah kondisi tanah yang masih labil dan ancaman longsor susulan.
Hingga Jumat (14/11/2025) pukul 11.16 WIB, 3 warga ditemukan meninggal dunia dan 20 orang lainnya masih dinyatakan hilang, diduga tertimbun material longsoran yang menimbun rumah-rumah di beberapa dusun.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Majenang pada Kamis (13/11/2025) malam.
Diduga derasnya curah hujan memicu pergerakan tanah di lereng bukit yang berada di sekitar permukiman warga.
Material longsoran kemudian meluncur ke tiga dusun, yakni Dusun Cibuyut, Dusun Tarukahan, dan Dusun Cibeunying.
200 personel dikerahkan, SAR berkejaran dengan golden time
Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 200 personel gabungan, terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan, serta masyarakat telah dikerahkan sejak Kamis (13/11/2025) malam kejadian untuk menyisir lokasi terdampak. Namun medan pencarian tidak mudah.
Selain gelapnya malam dan minim penerangan, kontur tanah yang belum stabil membuat tim harus berhati-hati dalam memasuki titik-titik terdalam longsoran.
“Harapannya seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan,” kata Kepala BNPB Suharyanto, seperti dalam rilisnya, Jumat.
Tanah longsor Cilacap, Kamis (13/11/2025).
Satu unit alat berat dan sejumlah pompa alkon telah dikerahkan untuk mempercepat penyisiran.
Evakuasi tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang berdasarkan prakiraan masih berpotensi hujan hingga Minggu (16/11/2025).
Warga mengungsi, korban luka dibawa ke rumah sakit
Sebanyak 23 warga berhasil selamat, namun sebagian dari mereka berada dalam kondisi rawan dan telah mengungsi ke rumah kerabat.
Tiga korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Majenang untuk identifikasi lebih lanjut.
Tim SAR terus memusatkan pencarian di area yang diperkirakan menjadi pusat tumpukan material, terutama di Dusun Cibuyut dan Tarukahan, yang mencatat kerusakan paling parah.
Di dua dusun tersebut, 12 rumah dilaporkan rusak berat, sementara 16 rumah lainnya terancam longsor jika hujan kembali turun.
Relokasi besar-besaran menanti
Lonjakan risiko membuat BNPB menegaskan perlunya langkah jangka panjang berupa relokasi warga dari kawasan kritis.
Menurut Kepala BNPB, terdapat 28 keluarga yang masih tinggal di zona rentan longsor.
Pemerintah Kabupaten Cilacap sudah menyiapkan lahan khusus untuk lokasi relokasi, yang akan mulai dikerjakan setelah fase tanggap darurat selesai.
“Ada 28 rumah yang harus direlokasi. Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasinya. Setelah proses tanggap darurat selesai, relokasinya bisa langsung dilaksanakan,” katanya lagi.
Ia juga meminta warga di titik-titik rawan untuk secara sementara mengosongkan area dari aktivitas apa pun demi keselamatan.
“Jangan sampai ada longsor susulan yang mengakibatkan korban tambahan,” jelasnya.
BNPB ingatkan warga tetap waspada
Sementara itu Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengingatkan bahwa kondisi tanah yang Penuh air pascahujan meningkatkan potensi longsor lanjutan.
Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan warga dan petugas di lapangan, terlebih dengan prakiraan cuaca yang menunjukkan hujan berintensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan.
Identitas korban meninggal tanah longsor di Cilacap
Berikut identitas masing-masing korban yang dihimpun BPBD Cilacap per Jumat (14/11/2025) pukul 11.00 WIB:
1. Nama: Julia Lestari
Alamat: Dusun Tarukahan RT 06/RW 03 Desa Cibeunying Kecamatan Majenang
Usia: 20 tahun
Jenis kelamin: perempuan
2. Nama: Maya Dwi Lestari
Alamat: Dusun Tarukahan RT 06/RW 03 Desa Cibeunying Kecamatan Majenang
Usia: 15 tahun
Jenis kelamin: perempuan
3. Nama: Bu Yuni
Alama: Dusun Tarukahan RT 06/RW 03 Desa Cibeunying Kecamatan Majenang
Usia: 45 tahun
Jenis kelamin: perempuan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.