Rincian Ibu dan Anak yang Jadi Korban Meninggal Bencana Longsor Banjarnegara

longsor di Banjarnegara, Banjarnegara, tanah longsor di Banjarnegara, korban meninggal, korban tanah longsor, longsor di banjarnegara, tanah longsor di banjarnegara, bencana longsor banjarnegara, Rincian Ibu dan Anak yang Jadi Korban Meninggal Bencana Longsor Banjarnegara

Bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (15/11/2025), sementara ini telah menimbulkan dua orang meninggal.

Peristiwa tanah longsor di Banjarnegara yang melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih tiga jam.

Akibatnya, tebing di kawasan hutan pinus, dengan diameter sekitar 100 x 100 meter, runtuh dan menimpa permukiman warga di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 RW 03.

Rincian korban meninggal tanah longsor Banjarnegara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara memastikan dua warga meninggal dunia akibat tanah longsor di Banjarnegara, yakni Klewih (50) dan putrinya Esiah (22).

Klewih ditemukan lebih dulu pada Minggu (16/11/2025) dalam kondisi luka berat dan sempat dirawat di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara sebelum akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, jasad Esiah ditemukan tim SAR pada Senin pagi sekitar pukul 09.10 WIB tidak jauh dari titik longsor.

“Setelah dilakukan pembersihan oleh tim medis, jenazah [Esiah] akan langsung diserahkan kepada pihak desa dan keluarga untuk proses pemakaman,” kata Kepala BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, seperti dikutip Tribun Jateng, Senin.

Suami Esiah, Misron, menyampaikan bahwa anak mereka, Layana Al Husna (3), masih hilang, yang diduga masih tertimbun.

“Saya harap tim bisa segera menemukan anak saya dalam keadaan selamat, meskipun kondisi di lapangan sangat berat,” ujarnya.

Selain dua korban meninggal, BPBD melaporkan dua warga mengalami luka-luka, yang telah dirawat di RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum.

Tim SAR gabungan juga mengevakuasi 41 warga yang sempat menyelamatkan diri ke hutan saat longsor di Banjarnegara terjadi.

27 Warga masih belum ditemukan

Bencana yang melanda kawasan perbukitan itu menyisakan pekerjaan besar bagi tim penyelamat.

BPBD Banjarnegara menyebut masih ada 27 warga yang diduga tertimbun dan belum ditemukan.

“Berdasarkan pembaruan data per pukul 11.23 WIB, tercatat sebanyak 876 jiwa yang mengungsi dan 27 orang diduga hilang,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib Sekhudin, Senin siang.

Raib menambahkan, operasi pencarian korban tanah longsor Banjarnegara melibatkan BPBD, TNI, Polri, relawan, dan unsur SAR lainnya.

Fokus utama operasi adalah menemukan 27 korban yang masih hilang, termasuk anak berusia 3 tahun yang merupakan cucu dari Klewih.

Pendataan rumah rusak serta asesmen kebutuhan warga juga terus dilakukan.

Rumah rusak dan ratusan warga mengungsi

Sementara itu, sedikitnya 30 rumah warga terdampak tanah longsor Banjarnegara.

Sementara itu, ada 120 kepala keluarga (KK) dari empat RT yang telah mengosongkan rumah karena kondisi tanah masih bergerak.

Sebanyak 876 jiwa mengungsi ke tiga lokasi utama:

  • Kantor Kecamatan Pandanarum
  • Gedung Haji Pringamba
  • GOR Desa Beji

Untuk menyelamatkan korban, BPBD dan BNPB mengaktifkan dapur umum dan mendistribusikan kebutuhan mendesak berupa makanan siap saji, air mineral, selimut, matras, hygiene kit, dan family kit.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, meminta warga untuk tetap berada di lokasi pengungsian hingga situasi dinyatakan aman.

“BNPB mengimbau warga sekitar, khususnya di wilayah terdampak, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko longsor susulan atau banjir bandang,” kata Muhari.

Hingga kini, bencana longsor Banjarnegara masih dalam tahap tanggap darurat.

Tim SAR terus memperluas area pencarian korban longsor dengan mempertimbangkan kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang berpotensi berubah.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Rincian Korban Tewas Longsor Banjarnegara, Puluhan Orang Tak Diketahui Keberadaannya”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.