Update Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara: 53 Titik Terdampak, 2 Orang Tewas, 17 Orang Hilang
Banjir dan tanah longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dilaporkan menerjang puluhan titik dan menyebabkan korban jiwa serta belasan warga hilang.
Data terkini menyebut bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara terjadi di 53 titik lokasi.
Akibat banjir dan tanah longsor di Tapanuli Utara tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan 17 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
“Informasi terkini, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di 53 titik lokasi yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 17 orang hilang masih dalam pencarian tim evakuasi,” ujar Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, seperti dikutip Antara, Rabu malam (26/11/2025).
Walpon menyampaikan, hingga saat ini proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Korban meninggal dunia
Walpon mengatakan, dua korban meninggal banjir dan tanah longsor di Tapanuli Utara merupakan warga Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara.
Mereka adalah Bangun Sitompul (53) dan anaknya, Rey Bastian Sitompul (1).
Mereka hilang setelah rumah yang mereka tempati tertimbun material longsor pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Dalam kejadian itu, istri Bangun, Betty Hutabarat (40), dilaporkan selamat, tetapi mengalami luka-luka.
Daftar 17 korban hilang akibat banjir dan tanah longsor
Selain korban meninggal, terdapat 17 korban hilang akibat banjir dan tanah longsor di Tapanuli Utara, yang hingga kini masih dalam proses pencarian tim evakuasi.
Seluruh korban hilang tercatat berada di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, yang menjadi salah satu lokasi terparah terdampak longsor.
Berikut daftar korban hilang berdasarkan lokasi longsor.
Sembilan orang korban hilang di lokasi pertama longsor di Desa Sibalanga. Mereka adalah:
- Nerla Simanjuntak (52)
- Sumiati (52)
- Nur (40)
- Ayu (35)
- Amel (10)
- Nenek (60)
- Joksan Hutabarat (55)
- Tiomina Simamora (54)
- Indri Laura Hutabarat (14)
Tiga orang lainnya yang masih hilang di lokasi longsor kedua di Desa Sibalanga, Adiankoting, yaitu:
- Seri Hutagalung (60)
- Jones Sitompul (32)
- Seorang bayi berusia 6 bulan
Ketiganya diduga masih berada di dalam rumah yang ikut tertimbun longsor dan belum berhasil dievakuasi.
Lima korban hilang lainnya berasal dari lokasi ketiga longsor di Desa Sibalanga, yakni:
- Gusmeri
- Erni Soer Panggabean
- Nita Ayu
- Yola
- Arkana Prasaja (1,5)
“Saat ini, Pemkab Taput, TNI dan Polri masih terus melakukan proses evakuasi dan pencarian atas para korban,” tukas Walpon.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang