Korban Longsor Banjarnegara: 2 Orang Meninggal Dunia, 27 Warga Dalam Pencarian
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih ada puluhan warga yang diduga tertimbun material longsor di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Longsor besar terjadi di Banjarnegara pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan lebat mengguyur kawasan perbukitan.
Kondisi tanah yang labil ditambah curah hujan tinggi diduga menjadi pemicu utama longsoran yang menimpa area persawahan, perkebunan, dan permukiman.
“Perkembangan informasi Pusat Pengendalian Operasi BNPB, hingga Senin (17/11/2025), BPBD Kabupaten Banjarnegara memperkirakan 27 warga masih tertimbun,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, seperti dikutip Kompas.tv.
BPBD Banjarnegara juga memberikan laporan serupa.
“Berdasarkan pembaruan data per pukul 11.23 WIB, tercatat sebanyak 876 jiwa yang mengungsi dan 27 orang diduga hilang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib Sekhudin, Senin siang.
Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk menyisir area longsoran dan beberapa titik yang diperkirakan menjadi lokasi tertimbunnya warga.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan unsur SAR lainnya terus melakukan pencarian meskipun kondisi di lapangan cukup menantang.
Material longsor yang tebal serta akses menuju lokasi membuat proses evakuasi berlangsung lambat.
Abdul Muhari menegaskan, operasi penyelamatan dilakukan optimal untuk menemukan para korban tanah longsor yang masih hilang.
Tim di lapangan bekerja sepanjang hari untuk memastikan seluruh warga yang tertimbun dapat segera ditemukan.
Dua korban meninggal dunia
Sementara ini, bencana longsor di Banjarnegara telah menimbulkan dua korban jiwa.
“Tercatat warga meninggal dunia dua jiwa, luka-luka dua jiwa dan mengungsi 823 jiwa,” ujar Abdul Muhari.
Salah satu korban adalah Lewih (40) yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara.
Korban kedua, Esiah (22), ditemukan sudah tidak bernyawa pada Senin pagi pukul 07.40 WIB di lokasi longsoran.
Sementara itu, puluhan warga berhasil diselamatkan dari kawasan hutan tempat mereka berlindung saat longsor menerjang desa.
“Selain operasi SAR, personel gabungan juga telah berhasil mengevakuasi 34 orang dari kawasan hutan di sekitar longsoran,” ujar Abdul Muhari.
BPBD Banjarnegara juga mencatat 41 warga lainnya dievakuasi dari lokasi serupa oleh tim gabungan.
Ratusan warga mengungsi
Bencana longsor Banjarnegara memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara Raib Sekhudin menyebutkan bahwa berdasarkan pendataan sementara terdapat 30 rumah terdampak tanah longsor Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.
Saat ini, terdapat tiga lokasi pengungsian yang menampung para warga terdampak longsor.
“Pengungsi tersebar di Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji dan Gedung Haji Pringamba,” kata Raib Sekhudin, seperti dikutip Antara, Senin (17/11/2025).
BNPB menyampaikan bahwa dapur umum telah beroperasi di kantor kecamatan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga.
Para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji, air mineral, selimut, matras, hygiene kit, dan family kit.
Saat ini, pendataan kerusakan, serta pelayanan pos lapangan masih berlangsung untuk memastikan seluruh dampak bencana tercatat secara menyeluruh.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul “Update Longsor Banjarnegara, 823 Warga Mengungsi”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.