Cium Bau Tak Sedap, Warga Solo Temukan Tetangganya Meninggal di Dalam Rumah

Seorang warga di RW 02 Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, mencium bau busuk pada Rabu (7/1/2026) di sekitar lingkungan rumahnya.
Ia kemudian menelusuri sumber bau tak sedap, dan mendapati Slamet Riyanto (62), salah satu tetangganya, sudah meninggal dunia di dalam rumahnya.
Warga di lingkungan Kelurahan Serengan sontak riuh.
Apalagi ketika diketahui bahwa Slamet Riyanto diduga sudah meninggal dua hingga tiga hari lamanya sebelum ditemukan.
Kronologi penemuan jasad di dalam rumah
Selepas mencium bau tak sedap, warga tersebut menelusuri sumber bau yang ada. Hingga akhirnya ia sampai di salah satu rumah tetangganya, dilansir dari Tribun.
Warga itu pun mencoba mengintip dari celah jendela.
Saat melihat ke dalam rumah korban itu lah, warga mendapati Slamet Riyanto telah tergeletak di ruang tamu dengan posisi telentang.
"Pada hari Rabu, tanggal 7 Januari 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, saksi 1 mencium bau busuk dari rumah korban yang merupakan tetangganya. Saksi 1 kemudian mengecek dan mengintip ke dalam rumah korban dan mendapati korban sudah terbaring," ungkap Plt Kapolsek Serengan AKP Sukasto.
Melihat penemuan Slamet Riyanto yang telentang di ruang ramu, warga tersebut kemudian memberi tahu adiknya.
Kemudian mereka berdua mencoba membuka pintu rumah korban.
Saat berhasil mendobrak pintu rumah, keduanya mendapati korban telah dalam kondisi tak bernyawa.
Keduanya lalu melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat yang langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban.
"Kemudian saksi 1 memberi kabar saksi 2 selaku adik korban. Saksi 2 kemudian mendobrak pintu dan mendapati korban telah meninggal dalam kondisi terlentang menghadap selatan. Saksi 1 dan saksi 2 kemudian memanggil Ketua RT, warga, dan pihak kepolisian," lanjutnya.
Sudah meninggal dua hari
Dari hasil pemeriksaan awal didapatkan, korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
"Perkiraan korban meninggal dunia sudah dua hari," ujarnya.
Sementara itu, dari pemeriksaan tidak ditemukan indikasi penganiayaan atau luka di tubuh korban.
"Diketahui korban memiliki riwayat penyakit, namun selalu tertutup dan tidak memberi tahu pihak keluarga. Tidak ditemukan indikasi penganiayaan," imbuhnya.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Moewardi untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang