Hilang Dua Hari, Balita di HSS Ditemukan di Pondok Terkunci, Warga Heran Bagaimana Ia Bisa Masuk

Balita berusia 2,5 tahun berinisial AN di Dusun Bidukun, Desa Malinau, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, akhirnya ditemukan setelah dua hari dua malam hilang secara misterius.
Bocah itu ditemukan dalam kondisi lemas di sebuah pondok ladang pisang di atas bukit, sekitar satu kilometer dari rumah sang nenek.
Penemuan AN menjadi perbincangan warga karena pondok tersebut dalam keadaan terkunci rapat dan berada di lokasi yang harus didaki.
Hilang Usai Bermain di Rumah Nenek
AN dilaporkan hilang pada Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 16.00 Wita. Sejak ibunya meninggal setahun lalu, AN tinggal bersama neneknya di Bidukun.
Menurut keterangan Kapolsek Loksado Ipda Roni Priyanto, AN terakhir kali terlihat bermain bersama kakaknya di halaman rumah kerabat mereka. Beberapa saat kemudian, nenek AN mencari cucunya yang tak lagi terlihat di halaman.
“Dugaan hilang sejak kemarin, sekitar belakang rumah neneknya. Terakhir Balita AN ini bermain dengan kakaknya di RT 3 Dusun Bidukun,” ujar Kapolsek.
Pencarian langsung dilakukan hingga malam hari oleh keluarga, warga, relawan gabungan, Tim SAR, Tagana, BPBD, Satpol PP dan Damkar HSS, aparat desa, camat, polisi, hingga TNI.
Jejak Kaki dan Acara Adat Warga
Di hari pertama pencarian, paman AN, Surianto, menemukan dua titik jejak kaki kecil di area perkebunan. Temuan itu menandakan AN kemungkinan masuk ke arah belakang rumah menuju ladang warga.
Pada Jumat malam (7/11/2025), warga menggelar ritual adat Baharagu untuk meminta petunjuk. Kepala adat mengungkapkan keyakinannya bahwa AN masih hidup.
“Kepala adat mendapatkan penglihatan bahwa anak tadi masih hidup, tetapi dibawa oleh sosok kasat mata menyerupai almarhum ibunya,” kata Ani (41), warga yang menemukan AN, kepada Banjarmasin Post.
Kepala adat juga menyebut anak itu akan dikembalikan sekitar pukul 07.00 Wita dan berada di sekitar hutan atau pondok.
Ditemukan di Pondok yang Terkunci
Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 Wita, Ani dan suaminya, Samsi, pergi ke ladang pisang mereka di bukit untuk memanen buah.
Saat mendekati pondok yang selama ini selalu terkunci rapat, Ani melihat sesuatu di dalam gubuk tersebut.
“Saya melihat ada benda mencurigakan. Saat diintip, ada tangan dan kaki berwarna putih. Kemudian saya lari memanggil suami mengabarkan ada sosok anak di dalam pondok,” ujarnya.
Samsi kemudian membuka pintu pondok. Mereka terkejut melihat AN tertidur lemas di lantai.
“Kondisinya waktu itu memang lemas, tidak berdaya dengan posisi berbaring,” katanya.
AN lalu dibawa pulang, dimandikan, dan terus menyebut “mama”, merujuk pada ibunya yang sudah meninggal.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan Puskesmas Malinau bersama DPPKBPPPA dan UPTD PPA HSS. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh AN.
Kepala Desa Malinau, Mahli, mengatakan kasus ini mengejutkan warga karena belum pernah terjadi sebelumnya.
“Ketika ditemukan, balita dengan pandangan mata kosong dan lemah. Namun kini kondisinya sudah baik,” ujarnya.
Masyarakat masih mempertanyakan bagaimana AN dapat berjalan mendaki sejauh satu kilometer, masuk ke pondok yang terkunci, serta bertahan dua hari dua malam tanpa makanan dan minuman.
Keluarga juga mengatakan AN memang kerap merindukan ibunya.
“Saat ditanya siapa yang membawanya, balita hanya menunjuk ke arah pinggir kebun pisang dan menyebut ‘mama’,” ujar Kapolsek menirukan keterangan keluarga.
Meski banyak kejanggalan, warga bersyukur AN ditemukan dalam keadaan selamat.
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Saat Pencarian Hari Pertama Balita Hilang, Keluarga Temukan Jejak Kaki Diduga Milik AN,
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.