Tragedi Longsor Tapanuli Utara: 35 Warga Masih Hilang, Evakuasi Terus Dikebut
Sebanyak 35 warga dilaporkan hilang setelah tanah longsor melanda Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Bencana tersebut terjadi setelah tujuh kecamatan di Tapanuli Utara diterjang banjir dan tanah longsor pada Kamis (27/11/2025).
Kasi Humas Polres Tapanuli Utara Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, 35 warga yang masih hilang masih dalam proses pencarian oleh tim evakuasi.
Selain itu, pihaknya juga menemukan sebelas warga dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Korban meninggal ditemukan ketika petugas menggali timbunan tanah yang longsor.
“Data terbaru, sudah ada sebelas orang warga yang ditemukan meninggal dunia dari dalam timbunan tanah longsoran, sementara jumlah warga hilang menjadi 35 orang,” ujar Walpon dikutip dari Antara Sumut, Jumat (28/11/2025).
Daftar Nama Korban Meninggal Tanah Longsor Tapanuli Utara
Polres Tapanuli Utara telah mendata nama-nama warga yang ditemukan meninggal dunia usai tempat tinggal mereka diterjang tanah longsor.
Para korban terdiri dari anak-anak berusia dua bulan hingga delapan tahun. Ada pula seorang lanjut usia (lansia) berumur 63 tahun yang turut menjadi korban.
“Tim evakuasi masih terus berupaya di lapangan untuk mencari dan menemukan para korban hilang,” ujar Walpon.
Dari sebelas korban meninggal, sembilan di antaranya merupakan warga Kecamatan Andiankoting.
Sementara itu, dua korban meninggal lainnya berasal dari Kecamatan Parmonangan.
Berikut daftar nama korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Tapanuli Utara:
- Warga Kecamatan Adiankoting:
- Bangun Sitompul (45)
- Rey Bastian Sitompul (1)
- Aksel Hutagalung (6 bulan)
- Cantika Sitompul (11)
- Nurmaida Hutagalung (64)
- Tasya Sitompul (8)
- Ucok Sitompul (4 bulan)
- Jeslin Sitompul (2)
- Nurmala Hutagalung (63).
- Warga Kecamatan Parmonangan:
- Santiur boru Marbun
- Reza Manalu.
Satu Keluarga Jadi Korban Tewas Longsor Tapanuli Utara
Berdasarkan laporan Antara Sumut, Kamis (27/11/2025), enam warga asal Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu juga menjadi korban tewas tanah longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara pada Selasa (25/11/2025.
Mereka adalah Amelia Azhari Lubis (11), Nurjannah (36), Nurasiah (45), Uswatun Hasanah (67), dan Sumiati (63).
Sementara itu, satu korban lainnya adalah warga Kampung Tempel Rantauprapat bernama Opung Nerla Simanjuntak.
Sebelum dilaporkan tewas, keenam korban diketahui berangkat dari Rantauprapat pada Senin malam (24/11/2025).
Mereka berangkat menuju salah satu rumah sakit di Medan untuk memeriksakan kondisi kesehatan Sumiati.
Korban pergi ke Medan menggunakan mobil rental Toyota Calya putih bernomor polisi BK 1986 AFF.
Setelah pulang dari Medan, ke enam korban menyempatkan diri berlibur dengan melintasi jalur lintas barat Sumut, kawasan Tapanuli Utara.
Para korban kemudian beristirahat di rumah salah satu warga, sementara sopir dan mobil berada di seberang jalan saat tiba di Desa Sibalanga.
Tampa diduga, tebing di belakang rumah yang menjadi lokasi korban beristirahat longsor dan langsung menimbun seluruh bagian rumah.
“Mereka ke Medan naik mobil rental untuk berobat. Tidak langsung pulang, mereka sempat berlibur. Sopir dan mobil selamat. Sopir yang mengabari kami,” kata Yendrik Lubis (37), mantan suami Nurjannah sekaligus ayah kandung Amelia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang