BNPB Resmi Hentikan Operasi SAR Longsor Banjarnegara Meski 11 Korban Belum Ditemukan, Ini Alasannya

longsor, operasi SAR, BNPB, longsor banjarnegara, Banjarnegara, pencarian korban longsor, longsor banjarnegara 2025, Pencarian korban longsor banjarnegara, BNPB Resmi Hentikan Operasi SAR Longsor Banjarnegara Meski 11 Korban Belum Ditemukan, Ini Alasannya, BNPB Ungkap Alasan Penghentian Operasi SAR, Tantangan Tim SAR di Lapangan, Suasana Haru Iringi Prosesi Penutupan Operasi SAR, Dampak Longsor Banjarnegara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menghentikan operasi pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Selasa (25/11/2025) lalu.

Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (15/11/2025) sore itu terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Situkung.

Selama sepuluh hari, tim SAR gabungan melakukan pencarian tanpa henti, namun keberadaan 11 korban tetap belum ditemukan.

Keputusan penghentian operasi pencarian akhirnya diambil untuk menjaga keselamatan petugas dan masyarakat di lokasi yang masih rawan longsor.

BNPB Ungkap Alasan Penghentian Operasi SAR

Dilansir dari Kompas.tv, penutupan operasi SAR ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.

"Setelah sepuluh hari upaya pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) dilakukan tanpa henti, operasi SAR terhadap korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan pada Selasa (25/11/2025)," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Selasa.

Abdul Muhari juga menjelaskan alasan penghentian operasi SAR di hari ke sepuluh pencarian.

Menurutnya, hal diputuskan setelah mempertimbangkan sejumlah hal, salah satunya kondisi tanah.

"Kondisi di lapangan seperti tanah yang masih bergerak, cuaca tidak menentu, serta kedalaman dan luas timbunan material menimbulkan risiko keselamatan yang tinggi bagi petugas maupun masyarakat," ungkapnya.

"Pertimbangan ini menjadi dasar bahwa operasi SAR tidak dapat dilanjutkan tanpa mengorbankan keselamatan lebih banyak pihak,” ujarnya.

Tantangan Tim SAR di Lapangan

Selama pencarian, petugas menghadapi jenazah yang tertimbun dalam kondisi material basah dan minim sirkulasi udara, sehingga proses identifikasi menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko kesehatan.

"Selama sepuluh hari pencarian, petugas menghadapi tantangan yang kompleks. Jenazah yang tertimbun dalam kondisi material basah dan minim sirkulasi udara mengalami kerusakan alami, sehingga memperberat proses identifikasi dan meningkatkan risiko kesehatan bagi petugas," jelasnya, seperti dilansir laman resmi BNPB.

Abdul mengatakan proses pencarian korban telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan, mulai dari mengerahkan alat berat, hingga menggelar operasi modifikasi cuaca.

"Meski seluruh metode pencarian telah diterapkan, sebanyak 11 korban lainnya tidak berhasil ditemukan," ungkapnya.

longsor, operasi SAR, BNPB, longsor banjarnegara, Banjarnegara, pencarian korban longsor, longsor banjarnegara 2025, Pencarian korban longsor banjarnegara, BNPB Resmi Hentikan Operasi SAR Longsor Banjarnegara Meski 11 Korban Belum Ditemukan, Ini Alasannya, BNPB Ungkap Alasan Penghentian Operasi SAR, Tantangan Tim SAR di Lapangan, Suasana Haru Iringi Prosesi Penutupan Operasi SAR, Dampak Longsor Banjarnegara

LONGSOR BANJARNEGARA: Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para warga yang masih dinyatakan hilang atas bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025).

Suasana Haru Iringi Prosesi Penutupan Operasi SAR

Sebagian besar keluarga korban hadir dalam penutupan operasi SAR, yang diisi doa bersama dan tabur bunga di lokasi longsor.

"Dalam suasana yang penuh haru, mereka menunjukkan ketabahan luar biasa menerima hasil akhir operasi yang secara teknis sudah tidak memungkinkan diperpanjang," ungkap Abdul.

BNPB juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas SAR, relawan, Forkopimda, tokoh agama, dan warga yang bekerja tanpa mengenal lelah.

"Gotong royong dan solidaritas masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi masa sulit ini. Pemulihan tidak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga rasa aman dan keutuhan sosial masyarakat," jelasnya.

Dampak Longsor Banjarnegara

BNPB mencatat, hingga hari terakhir pencarian, masih terdapat 11 korban yang hilang.

Sementara total korban meninggal dunia akibat bencana Longsor Banjarnegara sebanyak 17 orang, termasuk dua potongan tubuh manusia.

Selain korban jiwa, longsor Banjarnegara juga mengakibatkan empat warga luka-luka, 1.019 jiwa dari 343 KK mengungsi di lima lokasi pengungsian dan rumah warga.

BNPB juga melaporkan sejumlah kerugian material mencakup lebih dari 206 rumah roboh hingga kerusakan di beberapa fasilitas ibadah, akses jalan antardesa, saluran irigasi, area pertanian, dan peternakan milik warga.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang