Tanah Masih Labil di Situkung Banjarnegara, Tim SAR Terpaksa Cari Korban Longsor Secara Manual

longsor, Banjarnegara, Pandanarum, longsor banjarnegara, longsor di banjarnegara, longsor pandanarum banjarnegara, longsor banjarnegara 2025, Tanah Masih Labil di Situkung Banjarnegara, Tim SAR Terpaksa Cari Korban Longsor Secara Manual, Tanah Masih Bergerak, Alat Berat Belum Bisa Naik, Pencarian Dilakukan Manual, 917 Warga Mengungsi, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Lokasi, Pemprov Bangun Hunian Sementara dan Klaster Pendidikan

 Kondisi area terdampak longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, hingga Selasa (18/11/2025) masih sangat labil.

Tanah yang terus bergerak membuat proses pencarian korban hilang dilakukan dengan sangat hati-hati dan tanpa dukungan alat berat.

Bencana longsor yang terjadi pada Minggu (16/11/2025) sore itu tak hanya menimbun rumah dan lahan warga, tetapi juga membuat 26 warga belum ditemukan hingga kini.

Sementara itu, dua orang telah dikonfirmasi meninggal dunia dan ratusan warga lainnya terpaksa mengungsi.

Tanah Masih Bergerak, Alat Berat Belum Bisa Naik

Kepala BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan kondisi tanah dan lumpur di lokasi longsor masih terus bergerak sehingga alat berat belum dapat dioperasikan.

“Alat berat belum bisa naik karena berdasarkan laporan asesmen tim geologi kami, masih ada pergerakan lumpur di area longsoran,” ujar Aji, Selasa (18/11/2025).

Menurutnya, masih terdapat air di bawah permukaan tanah yang longsor sehingga membuat struktur tanah semakin labil.

“Tanahnya masih bergerak dan masih terdapat air di bawah permukaan,” lanjutnya.

Kecamatan Pandanarum sendiri berada di wilayah dataran tinggi Banjarnegara, sekitar 27 kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten. Struktur tanah yang rawan membuat wilayah ini kerap dilanda bencana serupa.

Pencarian Dilakukan Manual

Meski terkendala kondisi alam, operasi SAR tetap berlanjut. Tim penyelamat dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU), masing-masing diperkuat 10–20 personel.

“Kami telah membagi tim menjadi tiga SRU. Di setiap titik minimal ada tiga alkon dan satu unit alat berat yang sudah kami siapkan meski belum bisa diterjunkan,” jelas Aji.

Hingga Selasa siang, hanya beberapa petugas yang diperbolehkan naik ke area inti longsor karena pergerakan tanah masih sangat dinamis.

“Saat ini, tim belum bisa digerakkan sepenuhnya ke atas untuk asesmen. Baru beberapa orang yang bisa naik,” katanya.

917 Warga Mengungsi

longsor, Banjarnegara, Pandanarum, longsor banjarnegara, longsor di banjarnegara, longsor pandanarum banjarnegara, longsor banjarnegara 2025, Tanah Masih Labil di Situkung Banjarnegara, Tim SAR Terpaksa Cari Korban Longsor Secara Manual, Tanah Masih Bergerak, Alat Berat Belum Bisa Naik, Pencarian Dilakukan Manual, 917 Warga Mengungsi, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Lokasi, Pemprov Bangun Hunian Sementara dan Klaster Pendidikan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (16/11/2025). Sejak laporan awal diterima, Kementerian PU segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah untuk memastikan dukungan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Dampak bencana longsor ini sangat besar terhadap masyarakat. Total 917 warga mengungsi ke dua lokasi berbeda.
  • 462 orang berada di pos pengungsian,
  • Sisanya mengungsi di rumah-rumah warga sekitar.

Aji memastikan ketersediaan logistik masih aman.

“Stok bantuan dari relawan ataupun donasi dari pemerintah pusat dan provinsi masih sangat mencukupi. Alhamdulillah, back up logistik aman,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Lokasi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau lokasi longsor dan meminta pencarian korban dipercepat. Ia menegaskan keselamatan warga adalah prioritas utama.

Luthfi mengatakan, Basarnas telah mengerahkan 500 personel yang dibagi ke beberapa tim untuk memperluas area pencarian.

“Basarnas dengan 500 anggota sudah kita bagi menjadi beberapa tim. Besok pagi mereka akan mulai bekerja dengan peralatan lengkap,” katanya.

Untuk mendukung proses pencarian, Pemprov Jateng menyiapkan 4–10 ekskavator mengingat ketebalan material longsor dan luasnya area terdampak.

Pemprov Bangun Hunian Sementara dan Klaster Pendidikan

Selain fokus pada pencarian korban, pemerintah juga menyiapkan penanganan jangka menengah bagi warga terdampak. Gubernur Luthfi memastikan seluruh warga harus diungsikan demi keselamatan.

“Saya tidak mau tahu, keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kita putuskan seluruh warga harus diungsikan,” tegasnya.

Pemerintah juga membangun klaster pengungsian khusus bagi anak-anak usia sekolah agar kegiatan belajar tetap berjalan.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kehilangan hak pendidikannya,” ucapnya.

Untuk pemukiman darurat, Pemprov Jateng bersama BNPB dan Dinas PU telah menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk pembangunan hunian sementara bagi warga Situkung.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Area Longsor Pandanarum Banjarnegara Masih Dipenuhi Lumpur, Pencarian Korban Tak Gunakan Alat Berat

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.