Banjir Aceh Utara, Dusun Lhok Pungki Hilang Disapu Arus, 298 Warga Mengungsi

Aceh Utara, banjir aceh, aceh utara, Banjir Aceh Utara, banjir sumatera, banjir sumatera 2025, banjir aceh 2025, banjir aceh utara 2025, Banjir Aceh Utara, Dusun Lhok Pungki Hilang Disapu Arus, 298 Warga Mengungsi, 298 Warga Mengungsi, 25 Rumah Hilang Tanpa Sisa, Fasilitas Umum Lumpuh Total, Lahan Pertanian Hilang, Warga Kehilangan Mata Pencaharian, Korban Jiwa di Aceh Utara Capai 128 Orang, 14 Masih Hilang, Lebih dari 837 Ribu Jiwa Terdampak, Akses Masih Terputus, Upaya Penyelamatan Berlanjut

Bencana banjir bandang yang menerjang Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara pada November 2025 meninggalkan luka mendalam. Salah satu wilayah terparah, Dusun Lhok Pungki, dinyatakan hilang hampir seluruhnya usai disapu arus deras.

Banjir besar yang terjadi pada 22 November 2025 ini disebut sebagai bencana terparah sepanjang sejarah Aceh Utara.

298 Warga Mengungsi, 25 Rumah Hilang Tanpa Sisa

Keuchik Gampong Gunci Fazir Ramli dalam laporannya menyebutkan bahwa sebanyak 298 jiwa dari 84 kepala keluarga harus mengungsi setelah tempat tinggal dan harta benda mereka lenyap.

Seluruh pengungsi kini berada di Meunasah Dusun Paya Rubek, Gampong Gunci.

“Masyarakat hanya mampu menyelamatkan diri. Tidak ada satu pun harta benda yang bisa diselamatkan,” ungkap Fazir Ramli, Minggu (7/12/2025).

Selain membawa korban jiwa, kerusakan di Lhok Pungki mencengangkan:

  • 25 rumah hilang tersapu banjir
  • 59 rumah rusak berat dan tidak layak huni
  • Puluhan rumah lainnya rusak ringan

Fasilitas Umum Lumpuh Total

Tak hanya permukiman, berbagai fasilitas vital mengalami kerusakan parah:

  • Jalan penghubung terputus
  • Jalur evakuasi rusak total
  • Tiang listrik tumbang di sejumlah titik
  • Jembatan Cot Rambot, Alue Kambee, dan Alue Sapi rusak berat

Tempat ibadah seperti meunasah dan masjid turut hancur, bahkan kompleks pemakaman umum ikut tersapu banjir.

“Bahkan kuburan umum di dusun tersebut pun dilaporkan lenyap tersapu arus banjir,” kata Fazir.

Sarana pendidikan, termasuk PAUD/TK dan balai pengajian, juga musnah.

Selain itu, tiang listrik di desa itu tumbang sehingga wilayah tersebut hingga kini tidak mendapatkan penerangan.

“Satu masjid rusak total dan satu mushalla rusak parah. Lapangan sepak bola kami hilang disapu air, kini sisa batu-batu menjadi sungai baru,” terangnya.

“Nyaris seluruh harta benda milik kami rusak akibat banjir. Tidak tahu lagi, bagaimana mau memulainya. Kami harap, pemerintah pusat bisa membantu,” tambah dia.

Lahan Pertanian Hilang, Warga Kehilangan Mata Pencaharian

Aceh Utara, banjir aceh, aceh utara, Banjir Aceh Utara, banjir sumatera, banjir sumatera 2025, banjir aceh 2025, banjir aceh utara 2025, Banjir Aceh Utara, Dusun Lhok Pungki Hilang Disapu Arus, 298 Warga Mengungsi, 298 Warga Mengungsi, 25 Rumah Hilang Tanpa Sisa, Fasilitas Umum Lumpuh Total, Lahan Pertanian Hilang, Warga Kehilangan Mata Pencaharian, Korban Jiwa di Aceh Utara Capai 128 Orang, 14 Masih Hilang, Lebih dari 837 Ribu Jiwa Terdampak, Akses Masih Terputus, Upaya Penyelamatan Berlanjut

Sisa banjir di Masjid At-Taqwa Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (6/12/2025)

Banjir bandang juga merusak sektor ekonomi masyarakat.

Sekitar 45 hektare lahan sawah dan 100 hektare kebun produktif hanyut dibawa air. Warga kini menghadapi ketidakpastian jangka panjang terkait pemulihan ekonomi.

“Ini meninggalkan kekhawatiran mendalam tentang kelangsungan hidup warga pascabencana,” jelas Fazir.

Para pengungsi membutuhkan bantuan logistik, mulai dari bahan makanan, pakaian, hingga tenda dan obat-obatan.

Bantuan darurat yang dibutuhkan antara lain beras, mi instan, minyak goreng, sarden, popok bayi, selimut, kain sarung, tenda, terpal, pakaian, dan obat-obatan.

Fazir berharap dukungan segera diberikan oleh pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas.

Korban Jiwa di Aceh Utara Capai 128 Orang, 14 Masih Hilang

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau Ayahwa, menyampaikan pembaruan terkait proses pencarian korban.

Dari 102 warga yang dilaporkan hilang, 88 telah berhasil ditemukan, sementara 14 warga masih belum ditemukan.

“Sebelumnya ada 102 orang dilaporkan hilang ke posko utama. Berkat kerja keras semua pihak, kita temukan 88 orang. Sisa 14 orang yang masih dalam pencarian,” kata Ayahwa, Sabtu (6/12/2025).

Hingga kini, jumlah korban jiwa sudah mencapai 128 orang, sebagian ditemukan dalam kondisi tidak utuh karena sulitnya medan pencarian dan cuaca ekstrem.

Lebih dari 837 Ribu Jiwa Terdampak

Dampak banjir di Aceh Utara sangat meluas.

Data posko induk mencatat:

  • 107.123 keluarga terdampak
  • 503 titik pengungsian aktif
  • 837.620 jiwa terdampak langsung

Kategori rentan yang ikut menjadi korban meliputi:

  • 1.081 ibu hamil
  • 6.927 balita
  • 4.536 lansia
  • 274 penyandang disabilitas

Akses Masih Terputus, Upaya Penyelamatan Berlanjut

Sejumlah kawasan masih terisolasi akibat putusnya akses transportasi dan derasnya arus sungai.

“Kami bersyukur dukungan relawan dalam pencarian korban banjir. Kita terus mencari siang dan malam,” ujar Ayahwa.

Dia mengajak para relawan dari seluruh Indonesia bergabung membantu pemulihan di Aceh Utara.

BPBD mencatat banjir bandang terjadi setelah hujan ekstrem dan longsor pada 22 November 2025. Bencana kemudian meluas hingga 26 November dan melanda beberapa kabupaten lain di Aceh.

Hingga kini, pemerintah daerah, TNI–Polri, BPBD, SAR, hingga relawan terus bekerja melakukan evakuasi, distribusi logistik, layanan kesehatan, dan pencarian korban.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan SerambiNews.com dengan judul Kondisi Terkini Lhok Pungki, Dusun yang Hilang di Aceh Utara Usai Disapu Banjir Bandang,

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang