Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Resmi Ditutup, 11 Orang Belum Ditemukan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Selasa (25/11/2025) malam.
Sebagai informasi, operasi SAR korban longsor Banjarnegara sudah berlangsung selama 10 hari.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, tim gabungan memutuskan operasi SAR tidak dapat dilanjutkan karena faktor keselamatan yang tidak memungkinkan di lokasi bencana.
"Kondisi tanah yang masih bergerak, cuaca tak menentu, serta luas dan kedalaman timbunan material longsor menjadi pertimbangan utama penutupan operasi SAR di Desa Pandanarum," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/11/2025), dikutip dari Antara.
11 Orang Belum Ditemukan
Abdul menjelaskan, pada hari terakhir pencarian Selasa (25/11/2025), tim gabungan berhasil menemukan lima jenazah tambahan dan telah dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk diidentifikasi.
Dengan demikian, total korban longsor Banjarnegara yang meninggal tercatat 17 orang, termasuk dua potongan tubuh.
Di sisi lain, BNPB juga mengonfirmasi masih terdapat 11 warga yang belum ditemukan meskipun seluruh teknik pencarian telah diupayakan selama operasi SAR.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat ada empat warga mengalami luka-luka serta 1.019 jiwa dari 343 keluarga mengungsi di lima titik pengungsian.
"Sebagian besar keluarga dan kerabat korban hadir dalam prosesi penutupan operasi SAR. Dilanjutkan doa bersama. Dalam suasana yang penuh haru, mereka menunjukkan ketabahan luar biasa menerima hasil akhir operasi yang secara teknis sudah tidak memungkinkan diperpanjang," terang Abdul.
BNPB Beri Pendampingan ke Pemda
Abdul memastikan BNPB memberikan pendampingan melekat kepada pemerintah daerah (pemda) untuk pemulihan lingkungan dampak bencana, termasuk layanan psikososial, pendampingan administratif keluarga korban, serta rencana relokasi warga dari zona rawan longsor.
Data dari posko utama operasi di Desa Pandanarum melaporkan kerugian material mencakup lebih dari 200 rumah roboh hingga kerusakan di beberapa fasilitas ibadah, akses jalan antar desa, saluran irigasi, area pertanian, dan peternakan milik warga.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang