Update Kasus Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dan Lanjutan Pemeriksaan Saksi-saksi

sidoarjo, Al Khoziny, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, penyidikan kasus ponpes al khoziny, kasus ponpes al khoziny sidoarjo, Update Kasus Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dan Lanjutan Pemeriksaan Saksi-saksi

Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus melanjutkan proses hukum terkait ambruknya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo.

Setelah melalui tahap penyelidikan, kini perkara tersebut resmi naik ke tingkat penyidikan.

Sebanyak 17 saksi telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim penyidik gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencari titik terang penyebab utama runtuhnya bangunan empat lantai yang menelan puluhan korban jiwa itu.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi sudah berjalan sejak awal pekan ini.

“Kemudian kami sudah memanggil 17 saksi ya meminta keterangan dalam hal ini,” kata Jules, dikutip , Kamis (9/10/2025).

Saksi dipilih berdasarkan keterkaitan langsung

sidoarjo, Al Khoziny, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, penyidikan kasus ponpes al khoziny, kasus ponpes al khoziny sidoarjo, Update Kasus Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dan Lanjutan Pemeriksaan Saksi-saksi

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast memberikan keterangan soal tindak lanjut kasus mushala Ponpes Al Khoziny roboh, Selasa (7/10/2025).

Jules menyebutkan, para saksi yang diperiksa merupakan pihak-pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan insiden tersebut.

Kendati demikian, pihaknya enggan merinci latar belakang masing-masing saksi karena hal itu menjadi ranah penyidik.

“Untuk latar belakangnya bisa berbagai latar belakang, yang tentunya harus ada kaitan, ada relevan ya dengan peristiwa tersebut,” kata dia.

Pihak yang tidak mengetahui secara langsung kejadian pada saat mushala roboh, lanjut Jules, tidak termasuk dalam daftar saksi yang diperiksa.

“Kalau dia mungkin hanya mengetahui saja atau mungkin datangnya terlambat, tidak mengetahui persis terkait dengan kejadian pada saat itu, mungkin tidak kita dalami,” imbuhnya.

Fokus ungkap penyebab kegagalan konstruksi

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, sebelumnya menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai pihak, mulai dari pengurus ponpes, unsur pemerintah, hingga sejumlah pakar teknik.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi secara ilmiah penyebab kegagalan struktur bangunan mushala.

Analisis forensik konstruksi diyakini akan menjadi kunci dalam menentukan ada tidaknya unsur kelalaian dalam tragedi tersebut.

“Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyebab pasti kegagalan konstruksi dari ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny,” ujar Nanang.

Tragedi yang menelan puluhan korban

sidoarjo, Al Khoziny, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, penyidikan kasus ponpes al khoziny, kasus ponpes al khoziny sidoarjo, Update Kasus Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dan Lanjutan Pemeriksaan Saksi-saksi

Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah korban insiden mushala pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025).

Diketahui, peristiwa ambruknya mushala tiga lantai di kawasan Ponpes Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, terjadi pada Senin (29/9/2025) sore.

Insiden ini menimbulkan duka mendalam karena menelan korban dalam jumlah besar.

Menurut data Badan SAR Nasional (Basarnas), terdapat 171 korban dalam peristiwa tersebut.

Dari jumlah itu, 104 orang berhasil selamat, sedangkan 67 orang meninggal dunia.

Seluruh korban berhasil ditemukan setelah operasi pencarian dan evakuasi berlangsung selama 9 hari.

Polisi pastikan penyidikan profesional

Polda Jatim memastikan seluruh proses penyidikan dilakukan secara hati-hati dan profesional.

Fokus utama penyidik saat ini adalah menelusuri unsur kelalaian konstruksi, kesesuaian izin bangunan, serta pihak yang bertanggung jawab dalam pembangunan mushala tersebut.

Penyidik juga disebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik struktur bangunan dari lembaga teknis terkait sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.