Cak Imin Cerita Kiai Madura Bersyukur Anaknya Meninggal di Pesantren Al Khoziny: Tiga Lagi Kalau Bisa
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menceritakan kisah haru sekaligus menggetarkan hati di balik tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam pernyataannya, Cak Imin mengisahkan ada seorang kiai asal Madura mengaku sangat bersyukur anaknya menjadi korban meninggal dunia di Ponpes AL Khoziny.
“Bahkan di Madura kemarin, ketika pesantren Al Khoziny mengantarkan jenazah salah satu korban ke ayahnya, seorang kiai, beliau justru berkata, ‘Saya tidak sedih. Saya bersyukur anak saya meninggal dalam keadaan salat dan sedang menuntut ilmu di pesantren. Saya ingin tiga anak saya yang lain juga begitu kalau bisa,’” ujar Cak Imin, dikutip dari Youtube Kemenko PM, Rabu 15 Oktober 2025.
Alat berat disiagakan bantu evakuasi korban reruntuhan di ponpes Al Khoziny
Menurut Cak Imin, ucapan sang kiai menggambarkan kedalaman iman dan keteguhan hati masyarakat pesantren.
“Kalau bukan karena logika iman dan keikhlasan yang kuat, mungkin adalah sesuatu yang amat sangat berat (menerima musibah seperti itu),” tambahnya.
Cak Imin mengatakan, hal ini merupakan salah satu keunikan pesantren. Meski pesantren memiliki berbagai keterbatasan, masyarakat tetap mempercayakan pendidikan anak-anaknya di pesantren.
Terlepas dari itu, Cak Imin juga mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap tragedi yang menimpa Pesantren Al Khoziny. Ia menyebut Presiden telah memerintahkan agar pemerintah memastikan keamanan dan kelayakan struktur bangunan seluruh pesantren di Indonesia, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Presiden mendorong agar ada audit menyeluruh dan bantuan pemerintah untuk renovasi maupun pengawasan bangunan pesantren yang rawan roboh atau longsor,” kata Cak Imin.
Cak Imin menambahkan bahwa Prabowo berkomitmen menjaga kelangsungan kegiatan belajar mengajar di pesantren. Pemerintah, kata dia, akan hadir memberikan solusi cepat dan tepat bagi setiap persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan keagamaan.
Musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk menimpa ratusan santri
Ia juga menyoroti kedekatan emosional Prabowo dengan dunia pesantren. Menurut Cak Imin, sejak masa pengabdiannya di Tentara Nasional Indonesia (TNI), Prabowo selalu menjunjung tinggi restu para ulama.
“Doa para kiai dan ulama menjadi titik awal perjalanan beliau. Dalam sejarah hidupnya, hubungan Prabowo dengan pesantren sangat erat, dan perjuangannya selalu dalam lindungan doa mereka,” jelasnya.
Selain itu, Cak Imin menegaskan bahwa pemerintah akan proaktif memastikan seluruh bangunan pesantren memenuhi standar keselamatan. Ia mencontohkan perlunya kemudahan dalam penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) agar pesantren tua dan bangunan yang berpotensi rawan segera mendapatkan perbaikan.
“Keselamatan warga negara adalah prioritas utama. Kami meminta Mendagri untuk segera mengoordinasikan pemerintah daerah agar menjadikan keselamatan sebagai tagline utama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa audit berkala terhadap seluruh bangunan pesantren akan terus dilakukan, dan setiap proyek rehabilitasi tidak boleh ditunda. Langkah ini, kata Cak Imin, menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap dunia pesantren sekaligus memastikan para santri bisa belajar dengan aman dan nyaman.
“Rehabilitasi tidak boleh ditunda. Bangunan yang rawan bencana harus segera diperbaiki. Ini adalah tanggung jawab bersama kita semua,” tegasnya.