Kaki Diamputasi Usai Mushala Ambruk, Syaiful Santri Al Khoziny Sidoarjo Bertekad Kembali Mondok

Syaiful Rossy Abdillah (14), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi salah satu korban selamat dalam insiden ambruknya bangunan musala di lingkungan ponpes tersebut.
Tiga hari terjebak di bawah reruntuhan bangunan, Syaiful akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan meski harus kehilangan kaki kanannya.
Syaiful kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Notopuro Sidoarjo, Senin (6/10/2025).
Kondisinya perlahan membaik, meski dokter memutuskan untuk mengamputasi kaki kanannya karena terjepit balok beton selama tiga hari di bawah puing bangunan musala.
“Pengen dibelikan kaki (palsu) yang baru,” ujar Syaiful Rossy sambil tersenyum lemah saat ditemui di rumah sakit.
Meski kehilangan salah satu kakinya, bocah 14 tahun itu tampak tidak menunjukkan rasa trauma. Ia bahkan mengaku siap kembali mondok di pesantrennya setelah pulih nanti.
“Saya nanti mau mondok lagi kalau sudah sembuh, pakai kaki baru,” katanya dengan penuh semangat.
Detik-detik Musala Al Khoziny Sidoarjo Ambruk
Dalam penuturannya, Syaiful Rossy mengenang momen ketika musala Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9/2025) sore, tepat saat ia bersama puluhan santri lain sedang melaksanakan salat asar berjemaah di lantai dasar bangunan tersebut.
“Pas rokaat pertama, ada suara retakan dan beberapa kayu jatuh. Roka’at kedua, bangunannya mulai runtuh. Teman-teman lari, saya juga ikutan, tapi keburu terjebak,” kisahnya.
Syaiful mengaku sempat beberapa kali berteriak minta tolong bersama teman-temannya yang juga tertimpa reruntuhan. Beruntung, mereka masih bisa berkomunikasi dengan petugas SAR yang datang untuk mengevakuasi korban.
“Saya dapat oksigen dan makanan dari petugas. Pernah mau ditarik, tapi kaki saya kejepit, jadi harus nunggu dibongkar dulu baru bisa keluar,” ujarnya.
Setelah berhasil diselamatkan, Syaiful langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi penyelamatan. Namun karena luka di kakinya terlalu parah, tim medis memutuskan amputasi menjadi pilihan terbaik.
Ayah Santri Selamat: Sudah Ikhlas dan Tak Akan Menuntut
Idrus, ayah dari Syaiful Rossy, mengaku tidak bisa menahan haru ketika mengetahui anaknya selamat dari reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Ia mengaku sempat pasrah dan mengira anaknya sudah meninggal dunia.
“Saat tahu bangunan roboh, saya sudah pasrah. Saya kira anak saya sudah tidak ada. Saya sudah ikhlas atas musibah ini,” kata Idrus saat ditemui di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Namun, kabar bahwa Syaiful ditemukan dalam keadaan hidup membuatnya tak percaya. Meski sang anak harus kehilangan satu kaki, Idrus menyebut dirinya sudah ikhlas dan bersyukur atas keselamatan putranya.
“Sesekali dia mengeluh sakit di kakinya, tapi yang sering diucapkannya cuma satu, pengen dibelikan kaki baru. Mungkin dia minder kalau ketemu teman-temannya nanti,” ujarnya.
Idrus juga menegaskan bahwa pihak keluarga tidak akan menuntut pihak pondok pesantren atas kejadian tersebut. Ia menilai insiden ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny merupakan ujian dan takdir Tuhan.
“Saya yakin semua ini sudah takdir. Kami ikhlas dan tidak akan menuntut siapa pun,” tegasnya.
Kronologi Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk
Bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, yang terletak di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, saat waktu salat asar.
Warga sekitar mengaku mendengar suara keras seperti gempa sebelum bangunan roboh. Setelah dicek, bagian tengah bangunan ponpes sudah runtuh.
“Kemarin izin ngecor bagian atas. Ini sepertinya tiga lantai. Setahu saya ini musala,” ujar Munir, Ketua RT 7/RW 3 Desa Buduran, Sidoarjo.
Petugas BPBD Sidoarjo, polisi, dan tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi korban musala ambruk.
Hingga Senin (6/10/2025) malam, tercatat 170 korban dalam peristiwa ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo.
Dari jumlah itu, 104 orang berhasil selamat, sementara 66 korban meninggal dunia, termasuk tujuh bagian tubuh (body part) yang belum teridentifikasi.
Pihak berwenang masih terus melakukan pencarian kemungkinan adanya korban tambahan di bawah reruntuhan bangunan musala tersebut.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Anaknya Diamputasi, Idrus Tak akan Tuntut Ponpes Al Khoziny Sidoarjo atas Ambruknya Bangunan: Ikhlas
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.