Top 6+ Pernyataan Pengurus Ponpes Al Khoziny soal Tragedi Mushala Ambruk di Sidoarjo

sidoarjo, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny buduran, santri al khoziny, al khoziny buduran, al khoziny ambruk, Ponpes Al Khoziny berusia 125 tahun, pengurus al khoziny, 6 Pernyataan Pengurus Ponpes Al Khoziny soal Tragedi Mushala Ambruk di Sidoarjo, 1. Pengurus Ponpes Al Khoziny Sampaikan Duka Cita Mendalam, 2. Permohonan Maaf kepada Keluarga Korban, 3. Kegiatan Ponpes Diliburkan, Santri Didirikan Tenda, 4. Tunggu Hasil Investigasi Polisi, 5. Ucapan Terima Kasih untuk Tim Evakuasi, 6. Akan Dilakukan Badal Umrah bagi Korban Meninggal Dunia

Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait tragedi ambruknya bangunan musala yang terjadi pada Senin (29/9/2025) sore.

Insiden musala Ponpes Al Khoziny ambruk sekitar pukul 15.00 WIB, ketika sejumlah santri sedang melaksanakan salat Ashar di lantai bawah bangunan yang sementara difungsikan sebagai musala.

Bangunan tiga lantai tersebut diketahui roboh setelah dilakukan pengecoran lantai atas pada malam sebelumnya.

Karena masih dalam tahap pembangunan, bagian bawah sementara digunakan sebagai tempat ibadah para santri.

Akibat kejadian tragis ini, tercatat ada 171 korban, terdiri dari 104 orang selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk delapan bagian tubuh (body part).

Ini enam pernyataan pengurus Ponpes Al Khoziny: 

1. Pengurus Ponpes Al Khoziny Sampaikan Duka Cita Mendalam

Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny, KH M Zainal Abidin, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya para santri dalam tragedi tersebut.

"Pertama, menyampaikan innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para kader istimewa, santri-santri kami. Kami yakin bahwa mereka meninggal dunia dalam kondisi thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu)," ujar Zainal, Selasa (7/10/2025). 

2. Permohonan Maaf kepada Keluarga Korban

Zainal yang mewakili pengurus pondok juga memohon maaf kepada seluruh keluarga korban serta masyarakat atas tragedi runtuhnya bangunan musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya mewakili keluarga ndalem manakala kami belum bisa memberikan pelayanan kepada santri secara maksimal," katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat umum.

"Kami juga mohon maaf kepada semua masyarakat yang mungkin dalam perjalanan hari pertama sampai hari ini ada hal-hal yang kurang mengenakkan hati," imbuhnya.

3. Kegiatan Ponpes Diliburkan, Santri Didirikan Tenda

Pasca tragedi musala ambruk di Ponpes Al Khoziny, pihak pesantren memutuskan untuk meliburkan sementara seluruh kegiatan belajar mengajar.

Sebagai langkah darurat, pihak pondok akan mendirikan tenda untuk menampung para santri yang masih bertahan di lingkungan pesantren.

4. Tunggu Hasil Investigasi Polisi

Pihak pondok menegaskan bahwa bangunan yang dinilai berbahaya tidak akan digunakan hingga ada hasil penyelidikan dari pihak kepolisian dan rekomendasi resmi dari tim teknis.

"Akan digunakan lagi atau tidak bangunan yang di selatannya, kami menunggu investigasi dulu. Nanti kalau memang sudah ada rekomendasi untuk bisa ditempati, baru kami tempati," jelas Zainal.

5. Ucapan Terima Kasih untuk Tim Evakuasi

Dalam kesempatan yang sama, Zainal juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan evakuasi korban tragedi Ponpes Al Khoziny.

"Kami tidak bisa memberikan balasan dari apa yang telah diberikan kepada semua pihak yang berkontribusi. Hanya ucapan terima kasih," ujarnya.

"Mudah-mudahan ini juga menjadi catatan amal baik bagi semua yang telah berpartisipasi," tambahnya.

6. Akan Dilakukan Badal Umrah bagi Korban Meninggal Dunia

Sebagai bentuk penghormatan, pihak Ponpes Al Khoziny juga berencana melakukan badal umrah bagi para korban meninggal dunia.

Badal umrah merupakan ibadah umrah yang dilakukan atas nama orang lain, dalam hal ini para santri korban tragedi.

"Karena alumni-alumni banyak yang berhidup di Makkah, sehingga kita badalkan dan kita umrahkan mereka," kata Zainal.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul 6 Pernyataan Pengurus Ponpes Al Khoziny usai Ambruknya Bangunan Mushola Tewaskan 67 Santri

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.