Ponpes Al Khoziny Izinkan Santri Kembali Mondok usai Insiden Bangunan Roboh

Musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk menimpa ratusan santri
Musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk menimpa ratusan santri

 Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, resmi mengizinkan para santri untuk kembali ke pondok untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Setelah lebih dari dua pekan dipulangkan akibat ambruknya bangunan empat lantai di kompleks asrama putra yang menewaskan 63 santri.

Untuk sementara, proses belajar mengajar akan dilakukan di gedung Kampus 2 Institut Agama Islam Al Khoziny, yang lokasinya cukup jauh dari bangunan yang ambruk dan dinyatakan aman.

"Mengenai proses belajar mengajar di Ponpes Al Khoziny mulai hari ini, insyaallah di malam ini (Jumat tadi malam), sudah mulai ada santri yang kembali ke pondok. Kami sudah sampaikan via WhatsApp dan telepon," kata KH Zainal Abidin, juru bicara Ponpes Al Khoziny, pada Jumat malam, 17 Oktober 2025 dikutip dari VIVA Jatim.

Alat berat disiagakan bantu evakuasi korban reruntuhan di ponpes Al Khoziny

Ketua PCNU Sidoarjo itu menjelaskan, santri yang diperbolehkan kembali ke pondok adalah mereka yang berada di jenjang Madrasah Tsanawiyah (setara SMP), Aliyah (setara SMA), serta mahasiswa. Sementara santri tingkat Madrasah Ibtidaiyah (SD) masih diminta tetap di rumah untuk sementara waktu.

"Yang kembali khususnya santri-santri yang sedang kuliah, Aliyah dan Tsanawiyah. Yang besar-besar sudah kita perbolehkan untuk kembali ke pondok dan sudah kita siapkan ruangan untuk penginapan, untuk pembelajaran, dan kegiatan sehari-harinya," ujar Zainal.

Kegiatan Belajar Pindah ke Kampus 2

Karena gedung asrama dan sekolah yang berada di sekitar lokasi ambruk masih belum aman untuk digunakan, pihak pesantren menyiapkan gedung Kampus 2 Institut Agama Islam Al Khoziny sebagai tempat belajar dan istirahat sementara.

"Sudah disiapkan penampungan di Kampus 2. Kita sudah hitung dengan jumlah calon santri yang akan kembali sudah bisa mencukupi," ungkap Kiai Zainal.

Ia menambahkan, pihak pesantren masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah santri yang akan kembali ke pondok. “Kita nanti akan kroscek apakah ini santri lama untuk kembali atau santri baru yang ingin mondok di sini," katanya.

Lebih jauh, Zainal menyampaikan, pihak Ponpes Al Khoziny juga menyiapkan beberapa opsi lokasi lain untuk kegiatan belajar para santri. Selain di Kampus 2, ada juga Ponpes Siwalanpanji, yang letaknya berjarak ratusan meter dari Ponpes Al Khoziny.

“Kedua pesantren tersebut punya keterikatan keluarga, karena pendiri Ponpes Al Khoziny, Kiai Khozin Sepuh, merupakan menantu dari Kiai Ya’qub, salah satu pengasuh Ponpes Siwalanpanji,” tandasnya.