Kondisi Terkini Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Lokasi Reruntuhan Kini Bersih dan Sepi

Setelah sembilan hari pasca-tragedi ambruknya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, lokasi reruntuhan kini telah dibersihkan sepenuhnya.
Pantauan di lapangan pada Selasa (7/10/2025), area bekas bangunan mushala tiga lantai Ponpes Al Khoziny sudah rata dengan tanah. Satu unit alat berat masih terlihat di lokasi, sementara area reruntuhan ditutup dengan terpal agar tidak tampak dari luar.
Seluruh akses jalan yang sebelumnya ditutup sejak insiden terjadi kini kembali dibuka. Gang-gang kecil yang semula ditutup juga sudah bisa dilalui warga.
Meskipun aktivitas pencarian korban telah dihentikan, masih terlihat beberapa orang berjaga di pintu masuk pesantren.
Garis pembatas tetap terpasang untuk membatasi akses ke area pondok.
Di sisi jalan depan pesantren, sejumlah warga tampak berhenti sejenak untuk melihat kondisi terkini lokasi tragedi ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo tersebut.
Basarnas Resmi Akhiri Operasi Pencarian Korban
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebelumnya telah resmi menutup operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di Ponpes Al Khoziny, Selasa (7/10/2025).
Dalam operasi tersebut, tercatat 171 orang menjadi korban, dengan rincian 104 santri selamat dan 67 santri meninggal dunia, termasuk delapan di antaranya hanya ditemukan bagian tubuhnya.
Berdasarkan hasil analisis tim SAR gabungan, penyebab ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny diduga kuat karena kegagalan konstruksi yang tidak mampu menahan beban di luar kapasitas seharusnya.
Tragedi itu terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, ketika para santri tengah menunaikan salat Asar di mushala yang berada di area asrama putra pesantren.
Rombongan Kepala Desa Sowan ke Pengasuh Ponpes
Meski lokasi reruntuhan sudah sepi, kediaman pengasuh pondok pesantren Al Khoziny masih ramai oleh tamu yang datang untuk menyampaikan duka cita dan bantuan.
Menjelang sore, rombongan kepala desa se-Kabupaten Sidoarjo datang berkunjung ke kediaman pengasuh pondok. Mereka datang dalam rombongan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sidoarjo.
“Ini tadi bersama teman-teman kepala desa, sowan ke Pak Kiai. Kami menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi, sekaligus menyerahkan sumbangan hasil donasi teman-teman,” ujar Budiono, Koordinator PKDI Sidoarjo.
Budiono menambahkan, kunjungan tersebut sejatinya sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya. Namun, karena proses pencarian korban masih berlangsung, rombongan baru datang setelah seluruh tahap pencarian selesai dilakukan oleh tim Basarnas dan relawan.
Selain para kepala desa, sejumlah tamu lain juga terlihat berkunjung ke kawasan pondok pesantren, baik ke kediaman pengasuh maupun ke area sekitar pesantren di Desa Buduran.
Pihak Ponpes Al Khoziny Minta Maaf dan Ucapan Terima Kasih
Pihak Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tragedi yang menelan puluhan korban jiwa tersebut.
Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny sekaligus perwakilan pengurus inti pondok (Ndalem), KH M Zainal Abidin, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpa para santri.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya mewakili keluarga ndalem manakala belum bisa memberikan layanan kepada santri secara maksimal,” kata KH M Zainal Abidin, Selasa (7/10/2025).
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga santri yang menjadi korban.
Selain itu, Zainal Abidin turut meminta maaf kepada awak media atas dugaan intervensi atau hambatan yang dialami jurnalis saat melakukan peliputan di lokasi kejadian.
“Khususnya teman-teman media, wartawan yang mungkin karena memang situasinya seperti ini kadang-kadang mendapatkan perhatian yang kurang nyaman dari para teman-teman santri,” ujarnya.
Pihak pesantren juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, relawan, dan masyarakat yang telah membantu selama proses penanganan tragedi berlangsung.
“Mudah-mudahan ini semua adalah bagian dari catatan amal baik kita ketika nanti meninggal dunia. Terima kasih seluruh masyarakat, pemerintah, yang luar biasa memberikan sumbangan partisipasi pada peristiwa ini,” ucap Zainal Abidin.
Pasca-penutupan operasi SAR, seluruh posko penanganan darurat yang sebelumnya berdiri di sekitar lokasi juga telah dibersihkan. Tenda-tenda relawan, dapur umum, dan pos medis sudah dibongkar.
Kini, suasana Ponpes Al Khoziny Sidoarjo tampak tenang, hanya menyisakan jejak duka mendalam dari tragedi mushala ambruk yang merenggut 67 nyawa santri.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Tribun Jatim dengan judul "Suasana Terkini Ponpes Al Khoziny usai Operasi Pencarian Korban Dihentikan, Akses Jalan Sudah Dibuka"
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.