Haikal Santri Korban Selamat dari Runtuhan Ponpes Al Khoziny Mau Mondok Lagi, Begini Respons Orangtua

Reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo
Reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo

 Syailendra Haical atau akrab disapa Haikal (13), salah satu korban selamat tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, dikabarkan ingin kembali belajar di pondoknya.

Ayah Haikal, Abdul Hawi (40), menjelaskan bahwa sang anak masih memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan di Al Khoziny. Namun, keluarga memilih untuk menunggu hingga Haikal benar-benar pulih dari trauma dan luka yang dialaminya.

"Haikal masih kepengen balik ke Al Khoziny, tapi lihat nanti. Kita tunggu dulu proses traumanya, istirahat dulu mungkin, baru kita putuskan," ujar Hawi saat mendampingi proses pemulangan anaknya dari RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo ke rumah di Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

“Kalau memang sudah benar-benar sembuh, baru nanti kita ikuti kemauannya, mau sekolah lagi atau istirahat dulu,” sambungnya, dikutip dari VIVA Jatim, Senin 20 Oktober 2025.

Bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk pada Senin, (29/9)

Sebelum akhirnya membaik, Haikal sempat berada dalam kondisi kritis akibat infeksi pada kaki kirinya yang menjalar hingga ke organ vital. Tim medis terpaksa melakukan amputasi agar infeksi tidak menyebar ke paru-paru.

“Kalau tidak cepat diambil tindakan, bisa lebih parah lagi, bahkan ke paru-paru,” ungkap Hawi.

Sementara itu, Direktur RSUD R.T. Notopuro, Atok Irawan, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan Haikal kini berangsur membaik dan stabil setelah menjalani perawatan intensif selama 20 hari. Fungsi ginjalnya yang sempat terganggu juga telah kembali normal.

Haikal kini menjalani rawat jalan dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan pada 22 Oktober oleh dokter bedah ortopedi serta tim medis lainnya.

Pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo untuk memastikan perawatan dan pendampingan medis Haikal tetap berlanjut setelah kepulangannya.

Sebagai informasi, Haikal sempat viral karena berkomunikasi dengan tim SAR saat masih terjebak di balik reruntuhan bangunan yang ambruk. Ia akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup setelah dua hari tertimbun material bangunan.