Update Kasus Seleksi Paskibraka Pemprov Sulsel yang Sempat Viral, Berujung ...
Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya menemukan titik terang. Setelah melalui berbagai proses klarifikasi dan pembahasan, keluarga peserta yang sebelumnya menjadi sorotan menyatakan menerima hasil seleksi yang telah ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Ilustrasi Seleksi Paskibraka
Keputusan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam di DPRD Sulawesi Selatan. Pertemuan itu menjadi salah satu upaya untuk menjernihkan berbagai isu yang berkembang terkait proses seleksi delegasi Paskibraka Sulsel yang akan bertugas di Istana Negara.
Dalam pantauan VIVA Jum'at, 5 Juni 2026, kuasa hukum Cathlyn Yvaine Lesmana, Sunarto Eko Tomo, menegaskan bahwa pihak keluarga memilih menghormati keputusan yang telah ditetapkan BPIP terkait penunjukan peserta yang mewakili Sulawesi Selatan pada pelaksanaan tugas kenegaraan di Jakarta.
Menurutnya, keluarga berharap polemik yang sempat ramai diperbincangkan dapat segera berakhir sehingga seluruh pihak dapat kembali fokus memberikan dukungan kepada para peserta yang telah terpilih.
"Keluarga menerima dan menghormati keputusan yang telah ditetapkan serta berharap proses ke depan dapat berjalan lebih baik," ujar Sunarto.
Dalam kesempatan yang sama, Sunarto juga membantah berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan diskriminasi maupun faktor etnis dalam proses seleksi.
Menurutnya, keluarga tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi isu yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat. Mereka berharap publik tidak lagi menggiring polemik ke arah yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Sikap tersebut juga sejalan dengan harapan berbagai pihak yang sejak awal mengawal kasus ini agar perbedaan pendapat mengenai hasil seleksi tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.
Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama Gema INTI yang turut mengikuti perkembangan kasus ini menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah memberikan pendampingan moral kepada para peserta.
Mereka berharap para siswa yang telah berjuang dalam proses seleksi tidak kehilangan semangat akibat polemik yang sempat viral di media sosial maupun berbagai platform lainnya.
Selain itu, organisasi tersebut juga mendorong adanya keterbukaan informasi dalam proses seleksi agar kepercayaan publik terhadap mekanisme pemilihan anggota Paskibraka tetap terjaga.
Sejalan dengan pernyataan keluarga, Cathlyn juga meminta agar perdebatan mengenai hasil seleksi tidak terus diperpanjang. Ia mengajak seluruh pihak untuk menghormati keputusan yang telah ditetapkan dan memberikan dukungan kepada peserta yang mendapat amanah mewakili Sulawesi Selatan.
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa persoalan yang sempat menjadi perhatian publik kini telah diselesaikan secara baik dan terbuka.
Meski tidak menjadi delegasi yang bertugas di Istana Negara, Cathlyn Yvaine Lesmana dan Meivylicha tetap dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Kejanggalan Ajang Pemilihan Seleksi Paskibraka 2026
Keduanya dijadwalkan menjalankan tugas pengibaran bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mendatang.
Keluarga pun menyatakan tetap bangga atas pencapaian tersebut dan memberikan dukungan penuh kepada seluruh putra-putri terbaik Sulawesi Selatan yang telah terpilih mengemban tugas negara.
Dengan adanya kesepakatan dan penerimaan dari seluruh pihak, polemik seleksi Paskibraka Sulsel yang sempat viral kini berangsur mereda. Banyak pihak berharap kejadian ini menjadi evaluasi untuk menghadirkan proses seleksi yang semakin transparan, objektif, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat pada masa mendatang.