Update Terbaru Kasus PHK Developer GTA 6
Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan pengembang Grand Theft Auto VI (GTA 6) kembali menjadi sorotan publik.
Rockstar Games, pengembang franchise GTA yang dimiliki Take-Two Interactive, kini menghadapi sidang lanjutan di Inggris setelah serikat pekerja mengajukan tuntutan hukum terkait pemecatan karyawan mereka.
Poster Game GTA 6
Kasus ini bermula pada akhir 2025, ketika Rockstar memutus kontrak 34 karyawan, 31 di antaranya di Inggris dan 3 di Kanada, yang terlibat dalam pengembangan GTA 6. Pemecatan tersebut memicu protes dari komunitas game serta sorotan tajam dari media internasional. Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik keputusan perusahaan, terutama karena sebagian besar karyawan yang dipecat memiliki reputasi baik dalam industri.
Tuduhan “Union Busting” oleh Serikat Pekerja
Serikat pekerjaan Independent Workers’ Union of Great Britain (IWGB) menuduh Rockstar melakukan union busting, yaitu upaya perusahaan untuk menghambat pembentukan atau kegiatan serikat pekerja. IWGB menilai pemecatan ini tidak hanya berdampak pada pekerjaan, tetapi juga menyerang hak pekerja untuk berserikat dan memperjuangkan kondisi kerja yang adil.
Dalam sidang pendahuluan di Glasgow Tribunals Centre, IWGB meminta Rockstar memberikan interim relief, yakni pembayaran sementara dan kemungkinan reintegrasi karyawan ke dalam daftar gaji perusahaan, sambil menunggu putusan akhir.
Mereka berargumen bahwa pemecatan secara mendadak telah merugikan kehidupan banyak pekerja dan keluarga mereka.
Bantahan Rockstar Games
Rockstar membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pemecatan dilakukan karena pelanggaran serius terhadap kebijakan kerahasiaan perusahaan.
Menurut Rockstar, beberapa karyawan yang dipecat diduga membocorkan informasi penting mengenai fitur GTA 6 melalui kanal Discord yang tidak aman, yang bisa diakses pihak luar termasuk media dan pengembang lain.
Perusahaan menekankan bahwa karyawan yang terlibat dalam serikat pekerja namun tidak melakukan kebocoran informasi tidak dipecat, sehingga membantah tuduhan bahwa pemecatan merupakan bentuk diskriminasi terhadap anggota serikat.
Dampak pada Pengembangan GTA 6
Kasus ini terjadi di tengah pengembangan GTA 6, yang telah mengalami beberapa penundaan dan dijadwalkan rilis pada 19 November 2026. Pemecatan sejumlah developer senior memengaruhi moral tim dan struktur kerja di studio Rockstar North, Edinburgh, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan keterlambatan tambahan.
Beberapa sumber industri menyebut bahwa PHK ini membuat atmosfer kerja menjadi tegang, dengan sebagian anggota tim merasa khawatir terhadap keamanan pekerjaan dan kestabilan proyek. Hal ini menambah tekanan di tengah ekspektasi tinggi dari penggemar franchise GTA yang sudah menunggu lebih dari satu dekade.
Perseteruan hukum antara Rockstar Games dan mantan developer GTA 6 bukan sekadar kasus PHK biasa. Ini juga terkait dengan isu hak serikat pekerja, keamanan informasi perusahaan, dan etika manajemen dalam industri game global.
Keputusan pengadilan di Inggris nantinya diperkirakan akan memberikan dampak tidak hanya pada pengembangan GTA 6, tetapi juga pada standar hubungan kerja di industri game internasional.