Update Tragedi di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Pencarian Selesai, Fokus Pemulihan dan Rekonstruksi

Setelah enam hari bekerja tanpa henti, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan akhirnya menuntaskan pembersihan puing reruntuhan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Dengan selesainya pembersihan puing, rencana tindak lanjut memasuki fase peralihan menuju pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pantauan di lapangan menunjukkan, alat berat telah menyelesaikan seluruh proses pembersihan.
Tumpukan beton dan material bangunan kini telah diratakan, menandai berakhirnya fase tanggap darurat di lokasi kejadian.
Dari hasil akhir operasi, tercatat 61 korban jiwa ditemukan, termasuk 7 potongan tubuh yang masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Sementara itu, 104 orang dinyatakan selamat, dengan 4 di antaranya masih menjalani perawatan medis.
Transisi ke tahap pemulihan
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Senin (6/10/2025). Jumlah korban tewas ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo bertambah menjadi 60 orang. Tim SAR masih terus mencari korban hilang di reruntuhan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, berakhirnya operasi SAR menjadi awal fase transisi menuju pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
Tanggung jawab penanganan berikutnya akan beralih kepada BPBD Provinsi Jawa Timur, dengan BNPB tetap memberikan pendampingan teknis dan dukungan sumber daya.
“BNPB akan tetap mendampingi pemerintah daerah dalam masa transisi ini. Fokus kami adalah memastikan seluruh proses identifikasi korban selesai dan pemulihan lingkungan berjalan dengan baik,” ujar Muhari, dalam rilisnya, Selasa.
BNPB bersama BPBD Sidoarjo, Dinas Kesehatan, dan Polri telah menyediakan tenda pengungsian di RS Bhayangkara Surabaya untuk keluarga korban.
Selain itu, dukungan kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan, psikososial, hingga terapi tradisional juga terus diberikan.
Sterilisasi dan audit bangunan
Tahap berikutnya akan difokuskan pada pembersihan lanjutan dan sterilisasi area reruntuhan dari kemungkinan sisa jenazah, limbah, atau zat berbahaya.
Proses disinfeksi akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Pusat Krisis Kesehatan mulai hari ini, Selasa (7/20/2025).
“Selain pembersihan, kami juga memastikan lokasi pembuangan puing ditelusuri kembali untuk mengantisipasi adanya potongan tubuh yang mungkin terbawa truk pengangkut,” jelas Muhari.
BNPB juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan audit terhadap struktur bangunan lain di kompleks pesantren tersebut.
“Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dilakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi bangunan, supaya kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Proses hukum tetap berjalan
Proses evakuasi korban runtuhan mushala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Minggu (5/10/2025)
Di sisi lain, Polda Jawa Timur telah membawa sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk penyelidikan penyebab runtuhnya bangunan empat lantai itu.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna mengungkap faktor teknis maupun kelalaian yang mungkin terjadi.
Dengan berakhirnya operasi SAR, fokus kini bergeser dari pencarian korban menuju pemulihan dan penegakan tanggung jawab.
Pemerintah memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan terpadu, agar tragedi di Ponpes Al Khoziny menjadi pelajaran penting bagi keselamatan bangunan keagamaan di masa mendatang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.