Kisah Haru Rossy, Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny yang Kini Dapat Kaki Palsu

kaki palsu, sidoarjo, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, santri al khoziny, al khoziny buduran, Kisah Haru Rossy, Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny yang Kini Dapat Kaki Palsu

Syaiful Rossy Abdillah, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi korban selamat dalam insiden ambruknya gedung pesantren Al Khoziny, kini mulai bersemangat menjalani hidup.

Meski harus kehilangan satu kakinya, remaja 13 tahun itu tetap bertekad untuk kembali menimba ilmu agama di pondok pesantrennya.

“Kadang-kadang masih terasa sedikit nyeri di bagian kaki. Tapi Alhamdulillah, kondisi saya sudah lebih baik,” ujar Rossy saat ditemui di kediamannya.

Rossy kehilangan kaki kanannya setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gedung empat lantai Ponpes Al Khoziny ambruk pada akhir September 2025. Ia menjadi salah satu korban selamat dalam tragedi tersebut.

Namun, semangat Rossy tidak surut. Ia tetap ingin kembali mondok di Al Khoziny setelah pulih sepenuhnya.

“Saya masih ingin mondok lagi di Al-Khoziny, kalau pindah saya takut adaptasinya,” katanya.

Dapat Bantuan Kaki Palsu

Kini, kondisi Rossy berangsur membaik. Ia bahkan mendapat bantuan kaki palsu dan alat bantu jalan dari sejumlah pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, hingga perusahaan swasta asal Bogor.

Salah satu bantuan datang dari The New Laushine Beauty, yang diwakili oleh Partnership Manager I Nyoman Widya Dharma Nugraha.

“Untuk awalnya kita pakai kruk alat bantu jalan dulu ya, untuk kaki palsunya ternyata kaki Adik Rossy masih nyeri kalau dibuat menggantung,” ujar Nyoman.

Ia menjelaskan, proses pembuatan dan pemasangan kaki palsu akan dilakukan setelah kondisi Rossy benar-benar siap.

“Kita memang harus menunggu hasil dari dokter, nanti kalau sudah siap akan kita koordinasikan dengan keluarga untuk pengukuran di rumahnya,” katanya.

Nyoman berharap bantuan tersebut dapat menumbuhkan semangat Rossy untuk terus bangkit dan mengejar cita-citanya.

Rossy pun mengaku bersemangat menjalani hari-harinya kembali. Dengan bantuan kaki palsu, ia berharap bisa aktif seperti semula.

“Cita-cita saya ingin menjadi atlet silat Pagar Nusa,” ungkapnya penuh keyakinan.

Bertahan Hidup Tiga Hari di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

kaki palsu, sidoarjo, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, santri al khoziny, al khoziny buduran, Kisah Haru Rossy, Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny yang Kini Dapat Kaki Palsu

Foto udara petugas mengevakuasi jenazah korban runtuhnya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025).

Rossy menjadi salah satu santri yang berhasil diselamatkan setelah tertimbun selama tiga hari di reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny. Ia menceritakan detik-detik bangunan ambruk menimpa dirinya.

Saat itu, Rossy sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah di mushala.

“Di rakaat pertama, ada serpihan kecil dan kayu yang terjatuh dari atas. Kayak enggak ada apa-apa,” ujarnya mengenang.

Namun, saat memasuki rakaat kedua, lantai atas tiba-tiba runtuh menghujam ke bawah.

“Saya ditarik sama saudara saya. Saudara saya lari, saya ikut lari, jatuh, kaki ketimpa reruntuhan,” katanya.

Rossy sempat berteriak minta tolong, namun teman-temannya memintanya diam untuk menghemat oksigen sambil menunggu bantuan.

“Udah diem aja, tunggu bantuan. Hemat oksigen,” ucapnya.

Selama tiga hari di bawah reruntuhan, ia hanya bisa berselawat dan beristighfar.

“Pikiran sudah mati... pasrah,” tuturnya lirih.

Hingga akhirnya tim SAR menemukan tanda-tanda kehidupan dan berusaha mengevakuasi dirinya.

“Ada yang teriak dari luar, nanya ada orang enggak di dalam. Saya jawab, ‘Ada Pak, sini Pak, tolong-tolong.’ Terus ditanyain nama saya,” ujar Rossy.

Evakuasi dilakukan dengan cara mengebor beton yang menutupi tubuh Rossy. Ia bahkan harus menepis tangan temannya yang sudah tak berdaya agar bisa ditarik keluar oleh tim penyelamat.

“Saya disuruh duluan. Timnya masuk ngebor cor-coran yang ada di kaki, diangkat,” kenangnya.

Meski mengalami luka parah dan kehilangan kaki, Rossy menegaskan tidak trauma untuk kembali mondok.

“Kalau sudah sembuh, mau melanjutkan mondok,” katanya mantap.

Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Gedung Ponpes Al Khoziny

Hingga kini, Polda Jawa Timur masih menyelidiki penyebab ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Sedikitnya 17 saksi telah diperiksa oleh penyidik gabungan dari Ditreskrimsus, Ditreskrimum, dan Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, saksi-saksi yang diperiksa meliputi santri, pengurus pesantren, warga sekitar, hingga para ahli.

“Khusus untuk ahli yang dilibatkan dalam pemeriksaan meliputi ahli teknik sipil dan ahli bangunan gedung,” ujar Nanang.

Penyelidikan ini dilakukan berdasarkan laporan polisi LP/A/4/IX/2025 SPKT.UNITRESKRIM/POLSEK BUDURAN POLRESTA SIDOARJO/POLDA JAWA TIMUR, tertanggal 29 September 2025.

Nanang menambahkan, jumlah saksi yang diperiksa kemungkinan akan bertambah. Bahkan, pimpinan pondok pesantren juga tidak menutup kemungkinan akan dimintai keterangan secara bertahap.

“Jumlah saksi bisa bertambah seiring berjalannya penyelidikan,” katanya.

Tim gabungan juga telah mengumpulkan sampel material bangunan untuk mengetahui penyebab utama ambruknya gedung empat lantai tersebut.

Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Rossy, Santri Ponpes Al Khoziny Semringah dapat Bantuan Kaki Palsu, Semangat Lanjutkan Mondok

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.