Pelaku Pembunuhan Serda Rahman Setiawan Ditangkap, Warga Wonosobo Tuntut Hukuman Mati

Wonosobo, anggota TNI, TNI ditusuk di tempat hiburan, Serda Rahman Setiawan, serda rahman, pembunuhan prajurit TNI di Wonosobo, pembunuhan prajurit TNI, pembunuhan prajurit TNI Wonosobo, Pelaku Pembunuhan Serda Rahman Setiawan Ditangkap, Warga Wonosobo Tuntut Hukuman Mati

Pelarian Iwan (35), pelaku pembunuhan anggota TNI Kodim 0707/Wonosobo, Serda Rahman Setiawan (41), akhirnya terhenti.

Tim gabungan TNI berhasil menangkapnya bersama kekasihnya, P, di sebuah rumah kosong di Dusun Sumpit, Desa Kepil, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Senin (15/9/2025) sekitar pukul 10.56 WIB.

Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Waas Inteldam IV/Diponegoro, Dandeninteldam IV/Diponegoro, bersama anggota Deninteldam IV/Diponegoro, Tim Intel Korem 072/Pamungkas, serta Unit Intel Kodim 0707/Wonosobo.

Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, menjelaskan operasi bermula dari informasi masyarakat.

“Tim menerima informasi dari salah satu jaringan bahwa ada pria tidak dikenal berada di sebuah rumah kosong dekat Pasar Kepil,” ujar Yoyok dalam keterangan resminya, Senin.

Informasi itu ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lokasi pada pukul 10.15 WIB. Dari hasil pengamatan, benar terdapat seseorang yang terindikasi sebagai pelaku pembacokan di Kafe Shaka.

“Pada pukul 10.30 WIB, tim yang dipimpin Waas Intel dan Dandenintel langsung melakukan penyergapan. Kedua pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti di lokasi,” lanjut Yoyok.

Sekitar pukul 11.00 WIB, kedua terduga pelaku dibawa ke Kodim 0707/Wonosobo untuk pemeriksaan awal, sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Wonosobo pukul 12.30 WIB untuk diproses lebih lanjut.

Kronologi Kasus Pembunuhan Serda Rahman

Kasus pembunuhan anggota TNI Kodim 0707/Wonosobo ini berawal dari keributan di Kafe Shaka, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Minggu (14/9/2025) dini hari.

Serda Rahman yang saat itu berada di lokasi mencoba melerai keributan. Namun, pelaku Iwan yang sempat meninggalkan tempat kembali dengan membawa golok dan langsung menyerang korban.

Vreda, rekan korban, menjadi saksi peristiwa tragis itu.

“Awalnya ada keributan. Operator kafe datang minta bantuan ke Rahman. Dia cuma bilang udah-udah pulang-pulang, maksudnya melerai. Tapi pelaku balik lagi bawa golok dan langsung menyerang korban,” kata Vreda.

Akibat serangan itu, Serda Rahman mengalami luka bacok serius. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Korban dimakamkan pada Minggu siang di TPU Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, dengan upacara militer.

Warga Geruduk Polres Wonosobo, Tuntut Hukuman Mati

Wonosobo, anggota TNI, TNI ditusuk di tempat hiburan, Serda Rahman Setiawan, serda rahman, pembunuhan prajurit TNI di Wonosobo, pembunuhan prajurit TNI, pembunuhan prajurit TNI Wonosobo, Pelaku Pembunuhan Serda Rahman Setiawan Ditangkap, Warga Wonosobo Tuntut Hukuman Mati

Ratusan warga Jambusari, Kecamatan Kertek, menggeruduk Mapolres Wonosobo pada Senin (15/9/2025).

Fakta terbaru, ratusan warga Desa Jambusari, Kecamatan Kertek, tempat tinggal korban, mendatangi Mapolres Wonosobo, Senin (15/9/2025). Mereka menuntut agar pelaku dihukum mati.

Khoirul, perwakilan warga, menyatakan aksi ini adalah bentuk solidaritas karena Serda Rahman dikenal sebagai tokoh pemuda sekaligus tokoh masyarakat yang dihormati.

“Kita mengawal kasus ini karena melibatkan anggota TNI yang juga warga Jambusari. Tuntutan kami jelas: hukuman mati tanpa keringanan,” tegas Khoirul.

Warga juga mendesak agar berkas perkara segera dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kami memberi tenggat waktu kepada kepolisian agar dalam satu atau dua hari ke depan berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan dengan tuntutan hukuman mati,” tambahnya.

Sebelumnya, usai pemakaman korban, sejumlah warga sempat mendatangi Kafe Shaka, lokasi kejadian, dan meluapkan kemarahan dengan merusak fasilitas serta membakarnya.

Polisi dan TNI Janji Proses Hukum Transparan

Kapolres Wonosobo, AKBP M Kasim Akbar Bantilan, menegaskan pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan.

“Untuk motif masih kita dalami ya, karena pelaku baru tertangkap. Kami berjanji akan terus meng-update perkembangan kasus ini kepada perwakilan warga Jambusari,” kata Kasim.

Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, menyampaikan rasa duka sekaligus harapannya agar situasi tetap kondusif.

“Alhamdulillah hari ini sudah ketangkap pelakunya sehingga diharapkan suasana di Kabupaten Wonosobo semakin kondusif. Kami mendorong agar hukuman dijatuhkan seberat-beratnya, tetapi seluruh proses hukum tetap kami serahkan kepada kepolisian,” ujarnya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Tribun Jateng dengan judul "Duduk Perkara Tewasnya Serda Rahman Dibacok Karena Melerai Keributan di Wonosobo, Begini Kata Saksi" 

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.