Viral Siswa SMP Dipukul Anak SD di Purworejo, Ibu Korban Tuntut Hukuman Berat
Media sosial digegerkan oleh beredarnya video dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa SMP di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Video yang viral di Facebook itu memperlihatkan seorang anak dipukul dan ditendang oleh pelaku yang masih di bawah umur, sementara temannya merekam kejadian tersebut.
Kapolsek Grabag, AKP Diyah Ayu Ida Nursanti, membenarkan insiden yang terjadi pada Rabu (12/11/2025).
“Benar, kejadian tersebut melibatkan anak di bawah umur, baik pelaku maupun korban. Kejadian dipicu kesalahpahaman dari percakapan WhatsApp,” ungkapnya saat dikonfirmasi media pada Jumat, 14 November 2025.
Dalam video berdurasi sekitar 29 detik itu, korban yang mengenakan seragam sekolah tampak tidak berdaya ketika menerima pukulan dan tendangan. Video itu telah ditonton lebih dari 10.000 kali dan mendapat ratusan komentar dari warganet.
Awal Mula Kejadian
Menurut Kapolsek, pelaku menuduh korban menyebarkan sebuah gambar. Meskipun korban membantah, pelaku tetap tersulut emosi.
“Kejadiannya berlangsung di wilayah Grabag, di luar jam sekolah, dan berada di tempat umum,” jelas Kapolsek.
Pelaku diketahui siswa kelas 6 SD dari Kecamatan Bayan berusia 14 tahun, sedangkan korban siswa kelas 1 SMP berusia 13 tahun dari Kecamatan Grabag. Keduanya saling mengenal, namun bukan teman dekat. Pelaku datang bersama temannya saat insiden terjadi.
Ibu Korban Tuntut Hukuman Berat
AKP Diyah memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan, tetapi tidak ada penahanan karena pelaku masih di bawah umur.
“Proses pemeriksaan tetap berjalan, tetapi tidak ada penahanan. Semua dilakukan dengan pendampingan orang tua,” ujarnya.
Korban mengalami luka lebam di bagian kiri wajah dan sudah menjalani pemeriksaan medis.
“Kemarin korban sudah kami antar ke dokter. Pemeriksaan berjalan baik dan saat ini korban sudah bisa sekolah seperti biasa,” tambahnya.
Polisi juga telah memeriksa satu saksi dan akan memanggil saksi lainnya.
Sementara itu, ibu korban, M (44), meluapkan kemarahannya dan meminta pelaku dihukum berat.
“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Saya mau dia dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.
Ia memastikan laporan resmi sudah dibuat.
“Sudah melapor ke polisi, surat laporannya juga sudah ada,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.