Dituduh Korupsi, Mantan Menhan China Dijatuhi Hukuman Mati dengan Penangguhan
Dua mantan Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun atas tuduhan korupsi, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Xinhua pada Kamis, 7 Mei 2026, yang menggarisbawahi parahnya pembersihan di militer.
Laporan sebelumnya menurut Xinhua, mengatakan Li diduga menerima "sejumlah besar uang" dalam bentuk suap serta menyuap orang lain, dan penyelidikan menemukan bahwa ia "tidak memenuhi tanggung jawab politik" dan "mencari keuntungan pribadi untuk dirinya sendiri dan orang lain".
Penyelidikan yang diluncurkan terhadap Wei pada tahun 2023 menemukan bahwa ia telah menerima "sejumlah besar uang dan barang berharga" dalam bentuk suap dan "membantu orang lain mendapatkan keuntungan yang tidak semestinya dalam pengaturan kepegawaian", demikian dilaporkan Xinhua pada tahun 2024, menambahkan bahwa tindakannya "sangat serius, dengan dampak yang sangat merugikan dan bahaya yang luar biasa".
Hukuman mati dengan penangguhan di Tiongkok, juga dikenal sebagai hukuman mati yang ditangguhkan, biasanya diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup jika pelaku tidak melakukan kejahatan selama masa penangguhan.
Setelah pengurangan hukuman, mereka akan dipenjara seumur hidup tanpa kemungkinan pengurangan hukuman atau pembebasan bersyarat lebih lanjut, kata Xinhua. Ditambahkan bahwa kedua pria tersebut juga dicabut hak politiknya seumur hidup, dan semua harta pribadi mereka akan disita.
Wei, mantan komandan Pasukan Roket dari tahun 2015 hingga 2017, digantikan oleh Li sebagai anggota dewan negara dan Menteri Pertahanan China pada Maret 2023.
Li, salah satu jenderal kepercayaan Xi, telah mengawasi desain dan pengadaan senjata, dan memimpin visi Xi tentang modernisasi militer. Ia adalah pemimpin veteran program luar angkasa Tiongkok yang ambisius, mengawasi banyak misi luar angkasa.
Wei dan Li adalah anggota Komisi Militer Pusat (CMC) yang berpengaruh, badan pembuat keputusan militer tertinggi di negara itu. Hukuman mati yang ditangguhkan yang dijatuhkan kepada mereka diyakini sebagai salah satu hukuman terberat yang dijatuhkan kepada pejabat militer senior Tiongkok dalam beberapa dekade.
Sementara mantan wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC), Guo Boxiong, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2016 karena menerima suap, sementara mantan wakil ketua CMC lainnya, Xu Caihou, meninggal karena kanker pada tahun 2015 saat sedang diselidiki atas kasus korupsi, sebelum diadili.