Mengapa Stres Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik? Simak Penjelasan Ahli

stres, kenaikan berat badan, stres menyebabkan berat badan naik, apakah stres membuat berat badan naik, apakah stres bisa membuat berat badan naik, berat badan naik karena stress, bagaimana stres menyebabkan berat badan naik, berat badan naik karena stres, Mengapa Stres Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik? Simak Penjelasan Ahli, Hubungan stres dan hormon kortisol penyebab berat badan naik, Mengapa stres memicu nafsu makan lebih banyak?, Apa dampak jangka panjang dari kenaikan berat badan karena stres?, 1. Aktivitas fisik, 2. Teknik relaksasi, 3. Atur pola makan sehat, 4. Fokus pada aktivitas penuh perhatian

Stres seringkali dikaitkan dengan turunnya nafsu makan atau penurunan berat badan. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. 

Bagi sebagian orang, stres justru bisa memicu kenaikan berat badan. Fenomena ini dikenal sebagai stress eating, dan dalam jangka panjang bisa berdampak pada kesehatan tubuh.

Hubungan stres dan hormon kortisol penyebab berat badan naik

Saat tubuh mengalami stres, otak memerintahkan kelenjar adrenal untuk memproduksi lebih banyak hormon kortisol. 

Hormon ini berperan penting dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, hingga kadar gula darah.

“Ketika tubuh kita terus-menerus berada dalam kondisi stres, kadar kortisol bisa melonjak terlalu tinggi. Akibatnya, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak, khususnya di area perut,” jelas psikolog klinis Kristy Dalrymple, PhD, dikutip dari situs Brown Health University, Sabtu (6/9/2025).

Kortisol yang berlebih juga dapat meningkatkan produksi insulin di dalam tubuh.

Kombinasi keduanya membuat tubuh lebih mudah menimbun cadangan energi dalam bentuk lemak, meskipun asupan makanan tidak meningkat secara signifikan.

Mengapa stres memicu nafsu makan lebih banyak?

Selain perubahan hormon, stres juga memengaruhi perilaku makan. Banyak orang mencari kenyamanan melalui makanan, terutama makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat sederhana.

“Wajar jika saat tertekan kita mendambakan makanan yang familiar dan menenangkan. Masalahnya, makanan tersebut biasanya tinggi kalori dan rendah nutrisi, sehingga mudah menyebabkan kenaikan berat badan,” tambah Dalrymple.

Penelitian dari Stanford University juga mengungkap, stres kronis memicu hormon glukokortikoid yang mendorong sel tubuh lebih cepat berubah menjadi sel lemak. 

“Jadi, masalahnya bukan hanya dari banyaknya asupan makanan, tetapi juga bagaimana stres mengubah cara tubuh menyimpan lemak,” jelas Mary Teruel, asisten profesor biologi sistem di Stanford, dikutip dari Today. 

Dalam penelitian yang dilakukan pada tikus, peningkatan kadar glukokortikoid secara konstan membuat jumlah lemak tubuh berlipat ganda. 

“Yang mengejutkan, bahkan ketika hormon ini sangat tinggi tapi hanya dalam waktu singkat, tidak ada efek serupa. Jadi, masalah utamanya adalah durasi stres,” kata Teruel.

Temuan ini memperlihatkan betapa berbahayanya stres kronis. Jika tubuh terus berada dalam kondisi tertekan tanpa jeda, sistem metabolisme bisa terganggu parah hingga memicu kenaikan berat badan yang signifikan.

Apa dampak jangka panjang dari kenaikan berat badan karena stres?

Kenaikan berat badan akibat stres bukan hanya soal penampilan. Penimbunan lemak, terutama di area perut, berhubungan erat dengan risiko penyakit serius.

“Stres berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, gangguan tidur, hingga depresi,” jelas Dr. Anthony Heaney, ahli endokrinologi dari University of California, Los Angeles.

Menurutnya, inilah alasan penting mengapa manajemen stres tidak bisa diabaikan, bukan hanya untuk kesehatan mental, melainkan juga untuk fisik.

“Metode apa pun yang efektif untuk mengurangi stres akan memberikan manfaat kesehatan yang signifikan,” katanya.

Cara mengelola stres agar berat badan tetap stabil

stres, kenaikan berat badan, stres menyebabkan berat badan naik, apakah stres membuat berat badan naik, apakah stres bisa membuat berat badan naik, berat badan naik karena stress, bagaimana stres menyebabkan berat badan naik, berat badan naik karena stres, Mengapa Stres Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik? Simak Penjelasan Ahli, Hubungan stres dan hormon kortisol penyebab berat badan naik, Mengapa stres memicu nafsu makan lebih banyak?, Apa dampak jangka panjang dari kenaikan berat badan karena stres?, 1. Aktivitas fisik, 2. Teknik relaksasi, 3. Atur pola makan sehat, 4. Fokus pada aktivitas penuh perhatian

Ilustrasi stres.

Meski stres tak bisa dihindari sepenuhnya, cara kita mengelolanya akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Beberapa langkah yang disarankan ahli antara lain:

1. Aktivitas fisik

Tidak perlu selalu olahraga berat, berjalan kaki 10 menit saja sudah dapat menurunkan kadar kortisol dan mencegah keinginan makan berlebih.

2. Teknik relaksasi

Latihan pernapasan dalam, meditasi, atau yoga bisa membantu menurunkan hormon stres dan memperbaiki kualitas tidur.

3. Atur pola makan sehat

Menyediakan camilan bernutrisi seperti buah, kacang, atau yogurt dapat mencegah stress eating berlebihan. 

“Lingkungan yang mendukung pola makan sehat membantu kita mengurangi kebiasaan makan emosional,” kata Dalrymple.

4. Fokus pada aktivitas penuh perhatian

Heaney menambahkan, aktivitas yang membutuhkan fokus total, seperti bermain tenis atau memasak, lebih efektif meredakan stres dibanding aktivitas yang masih memungkinkan otak tetap ‘berpikir berat’.

Stres memang bisa membuat sebagian orang kehilangan nafsu makan, tetapi bagi banyak orang lainnya, stres justru memicu kenaikan berat badan. 

Peran hormon kortisol, perubahan perilaku makan, serta dampak stres kronis menjadi faktor utama yang mendorong penimbunan lemak.

“Stres yang dikelola dengan baik bukan hanya menjaga kesehatan mental, tetapi juga membantu mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan,” pungkas Dalrymple.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.