"The Bosnian Diamond", Cerita Edin Dzeko Melawan Trauma Perang demi Sepak Bola
Penyerang tengah Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko, bukan sekadar nama besar di atas lapangan hijau.
Di usianya yang telah menyentuh angka 40 tahun, Edin Dzeko baru saja membuktikan ketangguhannya dengan memimpin Timnas Bosnia-Herzegovina lolos secara dramatis ke putaran final Piala Dunia 2026.
Hal itu diwujudkan usai Edin Dzeko membantu Bosnia-Herzegovina menumbangkan Italia lewat adu penalti, Kamis (1/6/2026).
Bagi Dzeko, keberhasilan menembus panggung dunia ini merupakan manifestasi dari semangat pantang menyerah dalam sanubarinya setelah selamat dari masa kelam peperangan, sekaligus menegaskan statusnya sebagai pahlawan yang dijuluki The Bosnian Diamond.
Gelar kebesaran sang penyerang tidak didapatkan dengan mudah, melainkan ditempa oleh penderitaan.
Saat usianya enam tahun pada 1992, konflik berdarah meletus, di mana Genosida Srebrenica oleh pasukan Serbia Bosnia meninggalkan sejarah kelam bagi Eropa.
Keluarganya harus bertahan di wilayah Sarajevo di bawah ancaman konstan penembak jitu, sebelum terpaksa mengungsi ke kediaman sang kakek.
"Itu mengerikan," kata Dzeko kepada Guardian, dikutip dari BBC, Jumat (12/6/2026).
"Seluruh keluarga ada di sana, mungkin 15 orang tinggal di apartemen seluas sekitar 35 meter persegi. Itu sangat sulit. Kami stres setiap hari karena takut ada orang yang kami kenal meninggal."
Kariernya dirintis pasca-perang. Sempat diragukan, ia bangkit menjadi pemain pertama yang mencetak 50 gol di Liga Inggris, Bundesliga, dan Serie A.
"Kariernya terkait dengan citra negara itu sendiri - ketahanan, kegigihan, dan membuktikan bahwa orang-orang salah," kata Sasa Ibrulj tentang Dzeko.
Duta yang Bersahaja dan Misi Kebangkitan
Kini, meski mengemban tugas sebagai duta UNICEF, sang bintang tetap bersahaja.
"Saat dia datang, Anda butuh tali untuk bisa bersamanya selama 10 menit. Ketika seseorang meminta foto atau tanda tangan, dia tidak pernah menolak," ujar rekan Edin Dzeko, Mirza Trbonja.
Pemain depan Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko selama pertandingan sepak bola Grup D kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 antara Bosnia-Herzegovina dan Perancis di Stadion Grbavica, di Sarajevo, pada 31 Maret 2021
Penantian 12 tahun pun terbayar lunas setelah menyingkirkan Wales dan Italia. Kini, mereka berada dalam grup yang relatif seimbang bersama Kanada, Swiss, dan Qatar.
Keberhasilan ini dinilai oleh musisi Alen Dokic sebagai cerminan filosofi budaya Bosanski Inat.
"Jangan pernah lupa, jangan pernah memaafkan, ini adalah salah satu semboyan yang mengingatkan kita siapa kita, apa yang telah kita lalui, dan betapa tangguhnya kita sebagai orang Bosnia," ujar Dokic.
Skuad Diaspora dan Kepemimpinan Karismatik
Skuad asuhan pelatih Sergej Barbarez kini banyak dihuni pemain diaspora, salah satunya Esmir Bajraktarevic yang lahir di Amerika Serikat.
"Kepentingan bersama, tujuan bersama, semangat untuk mewakili Bosnia memainkan peran besar," ungkap Bajraktarevic.
"Apa yang telah dialami negara ini, masih ada dampak yang tersisa dari konflik dan masa lalu," tambahnya.
"Ketika semua orang berkumpul di Bosnia, itu adalah perasaan yang sangat unik dan benar-benar istimewa. Bagi negara sekecil ini untuk berkompetisi di tahap ini adalah hal yang sangat besar."
Kedewasaan sikap sang kapten turut diamini eks kiper timnas, Asmir Begovic, yang menyebutnya panutan untuk menyuntikkan moral.
"Saya tidak pernah berpikir akan bermain di usia 40 tahun - 10 tahun yang lalu saya pasti akan mengatakan 'tidak', tetapi saya mendengarkan tubuh saya dan melakukan banyak pekerjaan sebelum dan sesudah latihan untuk membantu tubuh saya," jelas Begovic.
Edin Dzeko berharap panggung dunia ini membawa dampak besar.
"Saya sangat senang bisa melakukannya (pergi ke Piala Dunia). Ini sangat luar biasa bagi para pemain muda."
"Mereka belum menyadarinya, tetapi ini pasti akan mengubah hidup mereka," terang Dzeko.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang