Reaksi Gianni Infantino Usai Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan perasaan syukurnya karena tim nasional Iran akan berpartisipasi pada ajang Piala Dunia 2026.
Turnamen sepak bola paling bergengsi ini diselenggarakan secara bersama oleh negara Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Dalam sebuah sesi konferensi pers jelang upacara pembukaan di Mexico City pada Kamis (11/6) WIB, Gianni Infantino menyambut baik kehadiran Iran.
Gianni Infantinomengaku sangat gembira melihat keterlibatan negara tersebut di turnamen edisi terbaru ini.
Upaya awal untuk meyakinkan partisipasi skuad berjulukan Team Melli tersebut telah dilakukan sejak laga persahabatan di Antalya, Turki, pada bulan Maret 2025 lalu.
"Ketika orang menilai tidak mungkin Iran datang ke Piala Dunia, saya memberitahu dan menjanjikan kepada mereka bahwa Iran akan datang (ke Piala Dunia)," kata Infantino dikutip dari Antara, Kamis (11/6/2026).
"Bahkan jika saya harus mengemudikan bus dari Teheran ke sini, akan saya lakukan," lanjutnya.
Apresiasi Semangat Sepak Bola
Langkah teguh Iran untuk tetap ambil bagian di kompetisi ini menuai apresiasi. Hal ini dianggap sebagai representasi nyata dari jiwa sportivitas dan semangat sepak bola.
"Tentu saja selalu ada tantangan. Tentu saja itu tidak mudah," tegas pria kelahiran Swiss pada 23 Maret 1970 itu.
"Saya tidak tahu lagi siapa yang bisa memberikan kepastian dalam kondisi saat ini yang tidak bisa kami pengaruhi."
"Pada kondisi ini, Iran dapat datang dan bermain dan di mana pun mereka akan berlaga. Saya harap akan selalu ada atmosfer yang bagus karena ini adalah sepak bola."
Sebelumnya, isu mengenai partisipasi Iran memang sempat menjadi sorotan tajam karena adanya konflik serius antara negara tersebut dengan salah satu tuan rumah, yakni AS.
Presiden FIFA Gianni Infantino (tengah) bersalaman dengan Presiden Federasii Sepak Bola Palestina Jibril Rajoub disaksikan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman (kiri), dalam sebuah momen yang tegang di Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada pada 30 April 2026. (Foto oleh Don MacKinnon / AFP)
Meski begitu, Iran akhirnya tergabung di fase grup bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Insiden Penolakan Wasit Omar Artan
Pada kesempatan yang sama, insiden penolakan akses masuk yang dialami oleh wasit asal Somalia, Omar Artan, turut menjadi sorotan.
"Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar (Artan) wasit dari Somalia," ungkap Gianni Infantino.
Ia meminta seluruh pihak untuk tetap tenang seraya menerangkan bahwa pihak asosiasi sedang mencari solusi atas permasalahan ini.
"Sekali lagi, kami tidak bisa mengendalikan segalanya. Kami mencoba, kami akan berdiskusi, kami akan berbicara, kita akan lihat hasilnya nanti. Kami tengah mengerjakan semuanya," imbuh Infantino.
Kejadian ini menambah daftar panjang masalah dokumen perjalanan oleh pihak imigrasi, setelah sebelumnya fotografer tim hingga suporter juga gagal masuk.
Omar Artan, yang berstatus sebagai pengadil lapangan terbaik Afrika (CAF) 2025 sekaligus calon wasit Somalia pertama di Piala Dunia, tertahan di Bandara Internasional Miami karena dianggap tidak memenuhi syarat oleh otoritas setempat.
Meskipun Omar Artan menegaskan seluruh dokumennya telah lengkap, asal negaranya yang masuk dalam daftar larangan perjalanan membuat dirinya terpaksa kembali terbang ke Istanbul, Turki.
Melansir dari Antara, juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan berdalih bahwa Artan menjalani pemeriksaan tambahan pada saat ketibaannya di hari Sabtu (6/6).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang