Daftar 4 Negara Debutan Piala Dunia 2026, Ada yang Berpenduduk Cuma 185.000 Jiwa
Piala Dunia 2026 yang dimulai Jumat (12/6/2026) dini hari, akan menjadi edisi yang berbeda dalam sejarah sepak bola dunia.
Untuk pertama kalinya, turnamen terbesar FIFA itu diikuti 48 tim, meningkat dari 32 peserta pada edisi-edisi sebelumnya.
Perluasan format tersebut otomatis bukan hanya menambah jumlah pertandingan, melainkan juga membuka jalan bagi negara-negara yang selama ini belum pernah mencicipi atmosfer putaran final Piala Dunia.
Dari hasil kualifikasi, empat negara berhasil menorehkan sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya, yakni Cape Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan.
Keempat negara tersebut datang dengan kisah perjuangan yang berbeda, mulai dari negara kepulauan kecil di Afrika hingga kekuatan baru Asia Tengah yang telah lama menanti kesempatan tampil di panggung dunia.
Profil 4 negara debutan Piala Dunia 2026
Berikut adalah profil lengkap empat debutan Piala Dunia 2026 untuk diketahui:
1. Cape Verde
Bagaimana mereka lolos: Juara Grup D kualifikasi CAF
Top skor di kualifikasi: Dailon Livramento (4 gol dalam 8 laga)
Pencapaian terbaik di Piala Afrika: Perempat final (2013, 2023)
Peringkat FIFA: 69
Jadwal Piala Dunia (Grup H):
- Spanyol (16 Juni, Atlanta)
- Uruguay (22 Juni, Miami)
- Arab Saudi (27 Juni, Houston)
Pemain yang patut diperhatikan: Garry Rodrigues
Kemunculan Cape Verde di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kisah paling menarik dari ekspansi turnamen menjadi 48 peserta.
Negara kepulauan di lepas pantai Senegal yang hanya berpenduduk sekitar 525.000 jiwa itu akhirnya mewujudkan mimpi tampil di panggung sepak bola terbesar dunia setelah bertahun-tahun berkembang sebagai kekuatan baru Afrika.
Keberhasilan mereka bukanlah kejutan sesaat. Pada Piala Afrika 2023, Cape Verde mampu menjadi juara grup yang dihuni Ghana dan melangkah hingga perempat final.
Dalam kualifikasi Piala Dunia, mereka bahkan finis di atas Kamerun, salah satu raksasa tradisional Afrika.
Kesuksesan tersebut ditopang performa impresif di kandang dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang tanpa kebobolan.
Penyerang Dailon Livramento menjadi motor serangan tim, sementara sosok paling dikenal publik internasional adalah Garry Rodrigues, mantan pemain Galatasaray dan Olympiacos yang kini membela Apollon Limassol.
Kapten Ryan Mendes menyebut kelolosan ini sebagai hasil dari proses panjang pembangunan sepak bola Cape Verde.
"Kami telah mengikuti empat Piala Afrika dan pernah sangat dekat lolos ke Piala Dunia 2014. Apa yang terjadi sekarang adalah hasil logis dari perkembangan selama bertahun-tahun," kata Mendes, dilansir Al Jazeera, Rabu (20/5/2026).
Meski tergabung dengan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi, Cape Verde datang dengan ambisi lebih dari sekadar menjadi peserta pelengkap.
2. Curacao
Pelatih: Dick Advocaat
Bagaimana mereka lolos: Juara Grup B putaran ketiga kualifikasi CONCACAF
Top skor di kualifikasi: Gervane Kastaneer (5 gol dalam 6 laga)
Pencapaian terbaik di Piala Emas CONCACAF: Peringkat ketiga (1963 dan 1969, saat masih bernama Netherlands Antilles)
Peringkat FIFA: 82
Jadwal Piala Dunia (Grup E):
- Jerman (15 Juni, Houston)
- Ekuador (21 Juni, Kansas City)
- Pantai Gading (26 Juni, Philadelphia)
Pemain yang patut diperhatikan: Tahith Chong
Curacao akan mencetak sejarah sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Negara kepulauan di Karibia itu hanya memiliki sekitar 185.000 penduduk, tetapi mampu mengungguli sejumlah pesaing kuat di zona CONCACAF.
Di bawah arahan pelatih kawakan asal Belanda, Dick Advocaat, Curacao menampilkan konsistensi luar biasa.
Mereka melalui sepuluh pertandingan tanpa kekalahan dan memastikan tiket ke Piala Dunia setelah menahan Jamaika 0-0.
Dikutip dari ESPN, mayoritas pemain Curacao berasal dari diaspora Belanda. Salah satu nama paling menonjol adalah Tahith Chong, mantan pemain muda Belanda yang kini bermain untuk Sheffield United.
Selain Chong, Curacao juga diperkuat Kenji Gorre serta kakak beradik Leandro dan Juninho Bacuna.
Kombinasi pemain diaspora dan pengalaman Advocaat membuat Curacao berpotensi menjadi kuda hitam di grup yang dihuni Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading.
3. Yordania
Pelatih: Jamal Sellami
Bagaimana mereka lolos: Runner-up Grup B putaran ketiga kualifikasi AFC
Top skor di kualifikasi: Ali Olwan (9 gol dalam 13 laga)
Pencapaian terbaik di Piala Asia: Runner-up (2023)
Peringkat FIFA: 63
Jadwal Piala Dunia (Grup J):
- Austria (17 Juni, San Francisco)
- Aljazair (23 Juni, San Francisco)
- Argentina (28 Juni, Dallas)
Pemain yang patut diperhatikan: Mousa Al Tamari
Yordania akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka untuk tampil di Piala Dunia setelah menunjukkan performa impresif sepanjang kualifikasi Asia.
Perjalanan mereka sempat tersendat setelah kalah dari Arab Saudi pada fase awal. Namun Yordania bangkit dengan empat kemenangan beruntun, termasuk kemenangan telak 7-0 atas Pakistan.
Kehadiran pelatih asal Maroko, Jamal Sellami, menjadi titik balik penting. Di bawah arahannya, Yordania memiliki lini depan yang sangat produktif melalui Mousa Al Tamari, Yazan Al Naimat, dan Ali Olwan.
Al Tamari menjadi sosok paling disorot. Winger Rennes tersebut merupakan motor kreativitas serangan Yordania dan dianggap sebagai pemain terbaik yang dimiliki negara itu saat ini.
Sellami secara terbuka menyebut pencapaian Maroko di Piala Dunia 2022 sebagai inspirasi utama timnya.
Yordania berharap bisa menciptakan kejutan serupa saat menghadapi Austria, Aljazair, dan juara dunia Argentina.
4. Uzbekistan
Pelatih: Fabio Cannavaro
Bagaimana mereka lolos: Runner-up Grup A putaran ketiga kualifikasi AFC
Top skor di kualifikasi: Eldor Shomurodov (5 gol dalam 15 laga)
Pencapaian terbaik di Piala Asia: Posisi keempat (2011)
Peringkat FIFA: 50
Jadwal Piala Dunia (Grup K):
- Kolombia (18 Juni, Mexico City)
- Portugal (24 Juni, Houston)
- RD Kongo (28 Juni, Atlanta)
Pemain yang patut diperhatikan: Abdukodir Khusanov
Bagi Uzbekistan, kelolosan ke Piala Dunia 2026 merupakan pencapaian yang telah ditunggu selama lebih dari tiga dekade.
Sejak menjadi anggota FIFA pada 1994 setelah bubarnya Uni Soviet, Uzbekistan berkali-kali gagal di ambang putaran final. Baru pada edisi 2026 mereka berhasil memecahkan kutukan tersebut.
Uzbekistan tampil sangat konsisten sepanjang kualifikasi.
Mereka mencatat enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya satu kekalahan untuk finis di belakang Iran serta mengungguli Uni Emirat Arab dan Qatar.
Kapten Eldor Shomurodov menjadi top skor tim selama kualifikasi. Namun perhatian publik dunia lebih banyak tertuju pada bek Manchester City, Abdukodir Khusanov.
Pemain berusia 22 tahun itu menjadi simbol kebangkitan sepak bola Uzbekistan dan diproyeksikan menjadi salah satu bek terbaik Asia dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan pengalaman juara dunia Fabio Cannavaro di kursi pelatih, Uzbekistan berharap debut mereka di Piala Dunia tidak hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga awal dari era baru sepak bola negara Asia Tengah tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang