Piala Dunia 2026 Dibuka Laga Meksiko Vs Afrika Selatan, Javier Aguirre Punya Kenangan Manis 1986
Timnas Meksiko akan membuka Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Afrika Selatan di Mexico City pada Jumat (12/6/2026) dini hari WIB.
Laga pertama Grup A itu memiliki makna khusus bagi pelatih Meksiko, Javier Aguirre, yang pernah menjadi bagian dari kemenangan tuan rumah pada laga pembuka Piala Dunia 1986.
Empat puluh tahun lalu, tepatnya pada Piala Dunia 1986 yang juga digelar di Meksiko, Aguirre tampil penuh selama 90 menit ketika El Tri mengalahkan Belgia 2-1 dalam pertandingan pembuka turnamen.
Kemenangan manis tersebut ditentukan oleh gol striker legendaris Meksiko, Hugo Sanchez, pada menit ke-39.
Kini, Aguirre kembali memimpin tim nasional Meksiko untuk ketiga kalinya sebagai pelatih.
Tanamkan semangat kekeluargaan
Menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026, ia berusaha menanamkan semangat kekeluargaan kepada para pemainnya, sembari mengingatkan mereka bahwa kesempatan bermain di Piala Dunia sebagai tuan rumah merupakan pengalaman yang belum tentu terulang dalam karier mereka.
"Tidak ada yang bisa menandingi bermain di negara sendiri," kata Aguirre dalam konferensi pers pra-pertandingan, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (11/6/2026).
"Ada banyak pemain di sini yang bahkan belum lahir ketika terakhir kali Piala Dunia digelar di Meksiko. Itu yang terus saya sampaikan kepada mereka."
Menurut Aguirre, pesan tersebut perlahan diterima oleh para pemain.
"Saya rasa pesan itu sudah tersampaikan. Saya berhasil meyakinkan mereka, dan mereka mulai menggunakan kata keluarga secara alami. Itu menunjukkan mereka merasa sangat nyaman. Itu adalah kata yang sangat kuat," ujar pelatih berusia 67 tahun tersebut.
Meksiko datang dengan modal 2 gelar
Aguirre kembali menangani Meksiko setelah tim nasional negara itu mengalami sejumlah hasil mengecewakan pada awal siklus menuju Piala Dunia 2026, termasuk beberapa kekalahan dari Amerika Serikat dan rival-rival regional lainnya.
Sejak kedatangannya, performa Meksiko berangsur membaik hingga kembali menjadi kekuatan utama di kawasan CONCACAF.
El Tri berhasil menyapu bersih dua gelar bergengsi pada 2025, yakni CONCACAF Nations League dan Piala Emas CONCACAF.
Meksiko mengalahkan Panama pada final Nations League sebelum menundukkan Amerika Serikat pada partai puncak Gold Cup.
Salah satu pemain yang paling menonjol dalam perjalanan tersebut adalah Raul Jimenez.
Penyerang yang sempat mengalami cedera kepala serius saat membela Wolverhampton Wanderers pada November 2020 itu berhasil bangkit dan kembali menemukan ketajamannya.
Jimenez mencetak enam gol dalam empat pertandingan yang dijalaninya pada semifinal dan final kedua turnamen tersebut.
Aguirre berharap pengalaman dan kepercayaan diri yang dibangun dari berbagai keberhasilan itu bisa membantu timnya menghadapi tekanan sebagai tuan rumah.
"Saya masih ingat betapa percaya dirinya kami saat memasuki lapangan pada 1986," kata Aguirre.
"Kami merasa pertandingan itu tidak akan berjalan buruk bagi kami."
Afrika Selatan tanpa beban
Di sisi lain, laga ini juga memiliki nilai historis bagi Afrika Selatan.
Saat menjadi negara Afrika pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2010, Afrika Selatan memainkan pertandingan pembuka melawan Meksiko dan meraih hasil imbang 1-1 di Johannesburg.
Setelah gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia berikutnya, Bafana Bafana akhirnya kembali tampil di putaran final setelah berhasil mengungguli Nigeria pada fase kualifikasi zona Afrika.
Meski demikian, Afrika Selatan tetap dianggap sebagai tim yang tidak diunggulkan di Grup A.
Gelandang Afrika Selatan, Teboho Mokoena, justru menilai tekanan lebih besar berada di kubu tuan rumah.
"Kami tidak memiliki tekanan. Tekanan ada pada Meksiko sebagai tuan rumah. Kami tahu apa yang diharapkan dari kami dan kami tahu seberapa baik persiapan yang sudah dilakukan untuk pertandingan ini dan turnamen ini," kata Mokoena, dilansir BBC.
"Karena itu, kami hanya menantikan pertandingan besok," ujarnya.
Korea Selatan hadapi Republik Ceko
Sementara itu, pertandingan lain di Grup A akan mempertemukan Korea Selatan melawan Republik Ceko di Zapopan, Meksiko.
Kapten Korea Selatan, Son Heung-min, akan tampil pada Piala Dunia keempatnya dan berupaya membantu negaranya lolos dari fase grup untuk dua edisi beruntun, sesuatu yang belum pernah dilakukan Taeguk Warriors sebelumnya.
Di kubu lawan, Republik Ceko mengandalkan striker Bayer Leverkusen, Patrik Schick, yang mencetak lima gol selama fase kualifikasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang