3 Fakta Sejarah di Balik Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Meksiko Vs Afrika Selatan
Piala Dunia 2026 akan resmi dimulai dalam dua hari lagi, tepatnya pada Jumat (12/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Laga pembuka mempertemukan salah satu tuan rumah, Meksiko, melawan Afrika Selatan.
Piala Dunia edisi kali ini menjadi yang pertama digelar di tiga negara sekaligus, yakni Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Turnamen berlangsung pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026.
Partai pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan akan digelar di stadion legendaris Estadio Azteca, Mexico City.
Menjelang kick-off, Kompas.com menemukan setidaknya tiga fakta menarik yang mengiringi laga pembuka Piala Dunia 2026 tersebut.
Meksiko cetak rekor tampil di laga pembuka
Fakta pertama berkaitan dengan Meksiko yang kembali mendapat kehormatan tampil pada pertandingan pembuka Piala Dunia.
Duel melawan Afrika Selatan akan menjadi penampilan kesembilan Meksiko dalam laga pembuka turnamen empat tahunan itu. Jumlah tersebut menjadi rekor terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Sebagian penampilan tersebut terjadi pada era ketika FIFA masih menggelar lebih dari satu pertandingan pembuka secara bersamaan.
Meksiko tercatat menjadi salah satu tim yang tampil pada laga pembuka edisi 1930, 1934, 1954, dan 1962.
Selain itu, Meksiko juga memiliki pengalaman menghadapi negara tuan rumah pada pertandingan pembuka.
El Tri pernah berjumpa Brasil pada 1950, Swedia pada 1958, dan Afrika Selatan pada 2010.
Ulangan laga pembuka Piala Dunia 2010
Fakta kedua adalah terulangnya duel Meksiko versus Afrika Selatan yang sebelumnya pernah menjadi laga pembuka Piala Dunia 2010.
Kala itu, Afrika Selatan bertindak sebagai tuan rumah dan bermain imbang 1-1 melawan Meksiko.
Pertandingan tersebut dikenang berkat gol spektakuler Siphiwe Tshabalala yang kemudian dirayakan dengan tarian ikonik di depan publik Soccer City.
Kini situasinya berbalik. Meksiko yang berstatus tuan rumah akan menjamu Afrika Selatan pada laga pembuka Piala Dunia 2026.
Kondisi ini menciptakan catatan unik. Sepanjang sejarah Piala Dunia, belum pernah ada dua negara yang saling bergantian menjadi tuan rumah dan tim tamu dalam laga pembuka turnamen.
Estadio Azteca kian sakral
Fakta ketiga berkaitan dengan venue pertandingan, Estadio Azteca.
Stadion bersejarah tersebut akan menjadi stadion pertama yang tiga kali menggelar laga pembuka Piala Dunia.
Estadio Azteca pertama kali menjadi lokasi laga pembuka pada Piala Dunia 1970 saat Meksiko menghadapi Uni Soviet.
Pertandingan berakhir tanpa gol, tetapi mencatat kehadiran 107.160 penonton, yang hingga kini masih menjadi rekor penonton terbanyak dalam laga pembuka Piala Dunia.
16 tahun kemudian, stadion yang sama kembali dipercaya menjadi tuan rumah laga pembuka Piala Dunia 1986.
Saat itu, juara bertahan Italia bermain imbang 1-1 melawan Bulgaria di hadapan sekitar 96.000 penonton.
Jumlah tersebut masih lebih tinggi dibandingkan laga pembuka yang digelar di sejumlah stadion ikonik lain, seperti Wembley di Inggris pada 1966 (87.148 penonton), Camp Nou di Spanyol pada 1982 (95.000), dan Soccer City di Afrika Selatan pada 2010 (84.490).
Foto drone ini menunjukkan Stadion Azteca di Mexico City, Meksiko, 3 Maret 2026. Piala Dunia 2026 akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Stadion Azteca yang ikonik di Mexico City, yang menjadi tempat penyelenggaraan final Piala Dunia 1970 dan 1986, akan menjadi tuan rumah pertandingan pembuka dan empat laga lainnya di Piala Dunia 2026.
Pada Piala Dunia 2026, Estadio Azteca kemungkinan tidak akan memecahkan rekor jumlah penonton karena kapasitas stadion kini berkurang menjadi 87.523 kursi setelah renovasi.
Meski demikian, Azteca dipastikan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu stadion paling bersejarah dalam sepak bola dunia dengan kesempatan ketiga menjadi tuan rumah laga pembuka Piala Dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang