Suporter Piala Dunia 2026 Bisa Tampilkan Nama di Layar Stadion tapi Bayar, Ini Tarifnya
Federasi sepak bola dunia FIFA menawarkan pengalaman baru bagi suporter pada Piala Dunia 2026 dengan menghadirkan program berbayar yang memungkinkan nama penggemar tampil di layar stadion sebelum pertandingan dimulai.
Melalui program bertajuk “Super Shoutout”, FIFA menetapkan biaya sebesar 79 dolar AS atau sekitar Rp 1,4 juta (belum termasuk pajak) bagi suporter yang ingin menampilkan nama mereka di papan skor stadion pada laga-laga fase grup Piala Dunia 2026.
Dalam program tersebut, seluruh 72 pertandingan fase grup masuk dalam daftar opsi.
Suporter dapat memilih laga yang diinginkan serta menentukan jumlah “slot shoutout” yang ingin dibeli, dengan batas maksimal empat slot per transaksi.
Dengan ketentuan itu, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai 316 dolar AS (sekitar Rp 5,6 juta) sebelum pajak jika membeli empat slot sekaligus.
Tampil sebelum laga, bukan saat pertandingan
Meski dalam promosinya FIFA menyebut nama suporter akan tampil “pada momen yang tepat di pertandingan”, aturan yang tertulis justru menyebutkan bahwa “Super Shoutouts” hanya ditayangkan sebelum pertandingan dimulai (pregame) dan tidak muncul saat laga berlangsung.
Sebagaimana diberitakan The New York Times, Selasa (9/6/2026), FIFA juga menegaskan bahwa waktu kemunculan nama tidak bisa dipilih oleh pembeli.
Penempatan dan durasi tayangan pun tidak dijamin, karena bergantung pada keputusan penyelenggara.
Program ini menggunakan sistem first come, first served, sehingga slot akan diberikan berdasarkan siapa yang lebih dulu melakukan pemesanan.
Hanya untuk pengalaman di stadion
FIFA menjelaskan bahwa program ini ditujukan semata-mata untuk pengalaman di dalam stadion.
Artinya, penayangan nama tidak dijamin terlihat oleh seluruh penonton maupun masuk dalam siaran televisi, platform digital, atau media lainnya.
Selain itu, nama yang diajukan juga akan melalui proses penyaringan untuk mencegah penggunaan kata-kata yang tidak pantas sebelum disetujui.
Kebijakan berbayar ini diketahui muncul di tengah sorotan terhadap harga berbagai layanan dan tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai cukup tinggi.
Sebelumnya, FIFA juga mendapat kritik dari sejumlah kelompok suporter dan organisasi sepak bola terkait harga tiket pertandingan yang dianggap terlalu mahal.
Namun, FIFA menegaskan bahwa harga tersebut mencerminkan pasar di Amerika Utara serta akan digunakan kembali untuk pengembangan sepak bola global.
Selain tiket, beberapa kebijakan stadion juga sempat menuai perhatian publik, termasuk aturan soal barang bawaan suporter yang kemudian direvisi setelah mendapat masukan dari berbagai pihak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang