Thomas Tuchel Akui Inggris Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026, tapi...
Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui timnya bukanlah favorit utama juara Piala Dunia 2026.
Tetapi, ia menegaskan bahwa skuad The Three Lions tetap berada dalam kondisi yang baik dan memiliki peluang untuk “berani bermimpi” meraih trofi.
Sejumlah bursa taruhan memang menempatkan Inggris sebagai salah satu kandidat terkuat juara.
Namun, Tuchel menilai status tersebut belum pantas disandang timnya, terutama karena Inggris sudah lama tidak meraih gelar besar sejak menjuarai Piala Dunia 1966.
“Menurut saya kami bukan favorit utama. Kami tidak bisa menjadi itu karena sudah sangat lama tidak juara,” ujar Tuchel kepada wartawan di Florida, Selasa (9/6/2026), jelang laga uji coba terakhir melawan Kosta Rika, dikutip dari Reuters.
Ia menyebut ada tim-tim lain yang lebih layak disebut favorit berdasarkan capaian dan konsistensi di turnamen besar sebelumnya.
“Selalu ada tim yang sudah terbukti menang di turnamen-turnamen terakhir. Mereka adalah favorit, dan kami bersaing untuk trofi,” katanya.
Analogi Wimbledon dan mental turnamen
Tuchel kemudian mengibaratkan posisi Inggris seperti pemain tenis yang belum pernah menjuarai Wimbledon.
Menurutnya, tim tanpa sejarah juara tidak otomatis menjadi favorit, meski tetap memiliki peluang untuk menang.
Ia menekankan, kunci dalam turnamen besar bukan hanya status, tetapi juga ketenangan dan fokus pada setiap tahap pertandingan.
“Kami tidak perlu membebani diri dengan seluruh turnamen sekaligus. Fokusnya adalah langkah demi langkah, mulai dari fase grup,” ujarnya.
Tuchel yang baru pertama kali menangani tim di Piala Dunia juga menyebut pengalamannya di Liga Champions membantunya memahami tekanan turnamen singkat seperti ini.
Fokus tahap demi tahap
Menurut Tuchel, tim yang mampu mencapai perempat final akan memiliki peluang terbuka untuk melangkah lebih jauh.
Namun, hal itu hanya bisa dicapai jika tim mampu menjaga fokus sejak awal.
“Saya pikir begitu Anda sampai perempat final, Anda bisa melaju sampai akhir. Tapi untuk sampai ke sana, ada banyak kerja keras yang harus dilakukan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Inggris saat ini berada dalam kondisi yang diinginkan jelang turnamen dan siap melangkah ke tahap berikutnya.
“Boleh bermimpi”
Meski merendahkan ekspektasi publik, Tuchel menegaskan tidak ada keraguan di dalam skuad Inggris terkait potensi mereka.
“Kami semua punya keyakinan. Kami punya mimpi, tapi itu datang dengan tanggung jawab, kerja keras, disiplin, dan juga risiko kekecewaan,” ujarnya.
“Semua itu bagian dari perjalanan ini. Kami boleh bermimpi, tapi kami tahu apa yang dibutuhkan untuk mewujudkannya,” kata Tuchel menutup.
Inggris akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 pada 17 Juni di Dallas dengan menghadapi Kroasia, ulangan semifinal Piala Dunia 2018.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang