Piala Dunia 2026 Vs 2022: Ini Sederet Perubahan dari Format hingga Jumlah Pertandingan

Piala Dunia 2026, Piala Dunia 2022, Piala Dunia 2026 Vs 2022: Ini Sederet Perubahan dari Format hingga Jumlah Pertandingan, Dari 32 jadi 48 tim, 64 pertandingan menjadi 104 Laga, Qatar vs Amerika Utara: 2 dunia yang berbeda, Dampak zona waktu, Lebih besar, lebih baik?

Piala Dunia 2026 ada di depan mata, dengan mulai diselenggarakan pada Jumat (12/6/2026) dini hari WIB.

Piala Dunia 2026 ini diketahui akan menghadirkan wajah yang benar-benar berbeda dibanding edisi 2022 di Qatar.

Mulai dari jumlah tim, format kompetisi, jumlah pertandingan, hingga lokasi penyelenggaraan, turnamen empat tahunan ini berubah besar-besaran.

Jika Qatar 2022 dikenal sebagai turnamen yang ringkas dan terpusat, maka Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia.

Berikut adalah sederet perbedaan antara penyelenggaraan Piala Dunia 2022 dan Piala Dunia 2026:

Dari 32 jadi 48 tim

Perubahan paling mencolok adalah jumlah peserta. Pada Piala Dunia 2022, sebanyak 32 tim dibagi ke dalam delapan grup berisi empat tim.

Dua tim teratas dari masing-masing grup melaju ke babak 16 besar, format yang sudah menjadi standar selama bertahun-tahun.

Namun pada 2026, FIFA memperluas turnamen menjadi 48 tim yang dibagi ke dalam 12 grup berisi empat tim.

Dua tim teratas dari setiap grup tetap lolos otomatis, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik yang akan melengkapi babak 32 besar.

Dengan format baru ini, fase gugur dimulai lebih awal, yakni dari 32 besar sebelum menuju 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final.

Perubahan ini membuka peluang lebih besar bagi negara-negara yang sebelumnya sulit lolos.

Beberapa negara seperti Cape Verde, Curaçao, Yordania, dan Uzbekistan bahkan akan mencatatkan debut di Piala Dunia.

Tetapi di sisi lain, sejumlah tim besar tradisional seperti Italia kembali gagal lolos.

64 pertandingan menjadi 104 Laga

Penambahan tim otomatis membuat jumlah pertandingan meningkat signifikan.

Jika Qatar 2022 hanya menyajikan 64 pertandingan, maka Piala Dunia 2026 akan menghadirkan 104 laga, naik sekitar 62 persen.

Turnamen juga berlangsung lebih lama, dari 29 hari menjadi 39 hari.

Meski lebih panjang, jadwal harian justru lebih padat dengan hingga enam pertandingan per hari pada fase grup di 16 kota penyelenggara.

Bagi penggemar, khususnya di Inggris, kondisi ini membuat pilihan tontonan menjadi lebih rumit.

Tidak semua pertandingan bisa diikuti secara langsung, sehingga banyak laga harus dipantau melalui rangkuman atau siaran ulang.

Qatar vs Amerika Utara: 2 dunia yang berbeda

Piala Dunia 2022 di Qatar dikenal sebagai turnamen paling ringkas dalam sejarah modern.

Seluruh stadion berada dalam radius sekitar 35 mil dari Doha, membuat penonton bisa menyaksikan dua pertandingan dalam satu hari tanpa harus berpindah kota jauh.

Sebaliknya, Piala Dunia 2026 akan berlangsung di tiga negara besar, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan 16 kota tuan rumah yang tersebar lebih dari 4.000 mil, dari Vancouver di barat hingga Boston di timur.

Untuk mengatasi jarak yang sangat jauh ini, FIFA membagi kota-kota tuan rumah ke dalam beberapa klaster regional agar tim tidak harus berpindah terlalu jauh selama fase grup.

Turnamen ini juga kembali ke jadwal musim panas, berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, setelah sebelumnya edisi 2022 digelar pada November–Desember akibat kondisi cuaca di Qatar. Ini juga menjadi Piala Dunia pertama di Amerika Utara sejak 1994.

Dampak zona waktu

Perbedaan zona waktu menjadi salah satu perubahan besar bagi penonton global.

Misalnya, selisih waktu antara Qatar dan Inggris hanya 3 jam, sehingga jadwal pertandingan relatif ramah bagi penonton Eropa.

Begitu juga selisih waktu Qatar dan Indonesia cuma 4 jam, sehingga pertandingan Piala Dunia 2022 lalu kebanyakan mudah diikuti secara langsung pada pukul 17.00 WIB, 20.00 WIB, 22.00 WIB, dan 02.00 WIB.

Namun pada 2026, situasinya berubah. Dengan lokasi yang tersebar di Amerika Utara, jadwal pertandingan akan sangat bervariasi. Banyak pertandingan diselenggarakan pada dini hari dan pada jam kerja atau sekolah waktu Indonesia.

Lebih besar, lebih baik?

Perdebatan pun muncul soal apakah format besar ini membuat Piala Dunia menjadi lebih baik atau justru sebaliknya.

Pendukung format baru menilai perluasan ini memberi kesempatan lebih luas bagi negara-negara dari Afrika, Asia, dan kawasan lain untuk tampil di panggung dunia.

Selain itu, kisah-kisah debut negara baru juga dinilai bisa menambah daya tarik turnamen.

Tetapi kritik juga muncul. Format 48 tim dinilai berpotensi menghasilkan pertandingan yang timpang di fase grup dan mengurangi intensitas laga-laga besar di awal turnamen.

Terlepas dari pro dan kontra, Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah, baik dari jumlah peserta, pertandingan, maupun skala penyelenggaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang