Piala Dunia 2026: Lewis Hamilton Pilih Dukung Brasil daripada Inggris
Juara dunia Formula 1 (F1), Lewis Hamilton, memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan di tengah hiruk-pikuk persiapan ajang Piala Dunia 2026.
Meski berasal dari Inggris, sang pembalap berusia 41 tahun ini secara terbuka mengakui bahwa hatinya tidak sepenuhnya tertambat pada tim nasional negaranya sendiri di perhelatan sepak bola akbar tersebut.
Lewis Hamilton, yang dikenal sebagai penggemar berat sepak bola, tahun ini tengah bersukacita setelah klub kesayangannya, Arsenal, berhasil menjuarai Liga Premier.
Terkait kiprah timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel yang tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama, ia justru memilih untuk membagi dukungannya kepada negara lain.
Pertandingan perdana Inggris sendiri dijadwalkan akan tersaji pada 17 Juni mendatang dengan menghadapi Kroasia di Arlington, Texas.
Saat menghadiri rangkaian Grand Prix Monaco akhir pekan ini, Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa ia memiliki dua tim favorit yang akan ia dukung sepanjang turnamen.
Pilihan utamanya jatuh kepada Brasil, sebuah negara yang memiliki ikatan emosional mendalam bagi sang ksatria Inggris tersebut.
“Bagi saya, itu sama saja dengan Inggris. Jujur, Brasil selalu menjadi tim favorit saya," kata Hamilton dikutip dari Give Me Sport, Sabtu (6/6/2026).
"Tumbuh dewasa di Inggris, saya suka menonton Brasil bermain. Saya rasa itu karena warna-warnanya, budayanya, dan para pemainnya terlihat paling terampil; mereka sangat keren.”
“Saya hanya menghargai dari mana mereka berasal. Banyak pemain berasal dari jalanan tempat mereka bermain tanpa sepatu, dan ada sesuatu yang sangat istimewa tentang budaya Brasil.”
Ikatan Emosional dengan Negeri Samba
Kecintaan sang pembalap terhadap Brasil bukan sekadar tren sesaat.
Sejak masa kecil, ia sangat mengidolakan legenda balap Formula Satu asal Brasil, mendiang Ayrton Senna.
Momen perayaan gol Vinicius Jr dalam pertandingan sepak bola persahabatan internasional antara Brasil dan Panama di stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil pada 31 Mei 2026. (Foto oleh Mauro PIMENTEL / AFP)
Hubungan batin tersebut semakin kuat setelah ia menerima kewarganegaraan kehormatan Brasil pada tahun 2022, serta tindakan penghormatan yang ia lakukan dengan mengibarkan bendera Brasil pasca-kemenangan di GP Brasil 2021.
Catatan Sejarah yang Tidak Berpihak
Potensi pertemuan antara Inggris dan Brasil dalam turnamen di Amerika ini menjadi salah satu sorotan menarik.
Namun, sejarah mencatat bahwa timnas Inggris memiliki rekor yang kurang apik saat berhadapan dengan tim Amerika Selatan tersebut di panggung turnamen besar.
Kekalahan memilukan di perempat final Piala Dunia 2002 melalui tendangan bebas ikonik Ronaldinho menjadi kenangan pahit yang masih membekas bagi pendukung Three Lions.
Dengan hanya meraih empat kemenangan dari dua puluh tujuh pertemuan sepanjang sejarah, statistik tersebut memberikan gambaran tantangan berat jika kedua negara harus saling berhadapan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang