Keseruan Adu Analisis dan Prediksi Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 tinggal dalam hitungan hari. Melakukan analisis untuk menebak tim juara jadi salah satu keseruan untuk menyambut ajang akbar sepak bola ini.
Sejumlah pengamat, ahli matematika, sampai teknologi super komputer memiliki prediksi masing-masing terkait tim mana yang akan berjaya di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 bakal digelar di tiga negara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Edisi tahun ini akan jadi Piala Dunia terbesar andai dilihat dari sisi kontestan.
Untuk kali pertama, Piala Dunia akan diikuti oleh 48 tim, dari semula 32 kontestan. Total, Piala Dunia 2026 akan menyajikan 104 pertandingan.
Legenda Brasil, Ricardo, Kaka meyakini negaranya akan mampu menjuarai Piala Dunia untuk kali keenam.
Kaka juga memprediksi tim tuan rumah, Amerika Serikat, bisa mencapai semifinal dan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal muncul sebagai pemain terbaik turnamen.
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat acara drawing Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada tanggal 5 Desember 2025 di Washington, DC.
Ragam Cara Memprediksi Juara
Sementara itu, teknologi super komputer Opta menyebut Spanyol sebagai kandidat terdepan juara Piala Dunia 2026.
Spanyol dikatakan memiliki kans juara sebesar 16,1 persen. Mereka di atas Perancis (13 persen) dan Inggris (11,2 persen).
Matematikawan asal Jerman bernama Joachim Klement tak ketinggalan.
Model yang dikembangkan Klement mempertimbangkan sejumlah variabel penting, antara lain produk domestik bruto (PDB) per kapita setiap negara yang berkaitan dengan kualitas infrastruktur olahraga, jumlah populasi, dan posisi sepak bola dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga mempertimbangkan peringkat tim nasional di level dunia serta faktor keberuntungan yang menurut Klement tetap memiliki pengaruh signifikan.
Memakai paramater itu, Klement yang tepat memprediksi juara Piala Dunia 2014 dan 2018, menyebut Belanda akan jadi yang terbaik tahun ini, mengalahkan Portugal di final.
Soal tebak menebak skor dan sang juara sudah jadi semacam tradisi pencinta sepak bola saban empat tahun sekali.
Pencinta sepak bola bisa menyalurkan analisis dan prediksi mereka melalui situs resmi FIFA yang menyajikan permainan interaktif melalui FIFA Play Zone.
Ada permainan bracket challenge yang mengajak penggemar untuk menebak hasil di fase grup, fase gugur, sampai tim juara.
Platform The Beautiful Game yang diinisiasi oleh perusahaan kripto, OKX, juga menangkap keseruan ini.
Adu kemampuan memprediksi hasil pertandingan dan alur turnamen terbuka bagi pengguna OKX, mulai dari 3 Juni sampai 20 Juli. OKX yang merupakan sponsor klub Man City, menyediakan total hadiah 20 bitcoin.
Prediksi bukan hanya menyangkut skor tapi juga tim juara serta peraih penghargaan individu seperti pencetak gol terbanyak.
Peluncuran program itu turut disertai hasil survei yang dilakukan terhadap pengguna aset digital di enam negara peserta Piala Dunia.
Survei tersebut bertujuan melihat bagaimana penggemar memandang hubungan antara perkembangan teknologi digital dan sepak bola sebagai olahraga paling populer di dunia.
Ikatan Kuat dengan Tim Kesayangan
Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden melihat potensi semakin besarnya peran teknologi digital dalam mendukung pengalaman penggemar sepak bola di masa depan.
Sebanyak 73 persen responden meyakini aset digital akan memiliki peran penting dalam perkembangan keterlibatan penggemar. Sementara, angka tersebut meningkat menjadi 79 persen pada kelompok usia 18 hingga 29 tahun.
Temuan lain memperlihatkan bahwa sepak bola tetap memiliki ikatan emosional yang kuat bagi para pendukungnya.
Sebanyak 22 persen responden mengaku akan lebih kecewa jika tim nasional yang mereka dukung tersingkir dari turnamen, dibandingkan kehilangan sebagian nilai portofolio investasi mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang