Siasat Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Cadangkan Lukaku, Amankan Hati Kevin De Bruyne
Pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia, membuka suara terkait peta kekuatan dan kondisi internal skuadnya menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Dalam wawancara terbaru bersama La Gazzetta dello Sport, mantan pelatih Napoli tersebut memberikan pembaruan penting mengenai dua bintang utamanya yang merumput di Serie A, Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne.
Belgia sendiri tergabung dalam Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Target awal mereka cukup realistis, yaitu melaju melebihi fase grup, sebuah catatan perbaikan dari kegagalan total mereka di Piala Dunia 2022 lalu.
Manajemen Kondisi Fisik Romelu Lukaku
Sorotan utama tertuju pada striker andalan Napoli, Romelu Lukaku. Pemain bertubuh kekar ini melewati musim 2025/2026 yang cukup berat setelah dibekap cedera otot parah saat pramusim, yang membuatnya hanya mencatatkan 60 menit bermain untuk Napoli. Garcia menegaskan bahwa ia tidak akan memaksakan Lukaku bermain sejak menit awal di laga pembuka melawan Mesir.
"Jujur, saya mengira kondisinya akan lebih buruk setelah absen begitu lama. Di Napoli dia tidak punya banyak ruang (bermain), dan saya berharap dia bisa bermain konsisten di masa depan," ujar Garcia.
"Saya senang dia sudah pulih karena Belgia tidak punya pemain bertipe seperti dia. Bagaimanapun, kami harus mengelolanya dengan sangat hati-hati. Saya tahu semua orang ingin melihatnya menjadi starter melawan Mesir, tapi itu tidak akan terjadi. Kami akan mengambil langkah selangkah demi selangkah," tambahnya.
Keputusan Garcia membawa Lukaku yang kurang menit bermain bahkan harus memakan korban. Striker Juventus, Lois Openda, terpaksa dicoret dari skuad. Garcia mengaku keputusan tersebut sangat berat, namun ia tidak bisa membawa dua striker yang sama-sama jarang bermain di level klub.
Kondisi Kevin De Bruyne di Napoli
Selain Lukaku, situasi Kevin De Bruyne juga memicu perhatian. Gelandang jenius yang kini berseragam Napoli tersebut sempat mengeluhkan mantan pelatihnya, Antonio Conte. Namun, Garcia memastikan bahwa konflik internal di level klub tidak akan memengaruhi komitmen sang pemain untuk tim nasional.
"Dia (De Bruyne) baik-baik saja di Naples. Para penggemar dan kotanya sangat luar biasa. Masalahnya bukan di sana," ungkap Garcia yang juga sempat melatih Napoli pada 2023. "Bagi saya, satu-satunya hal yang penting adalah De Bruyne merasa bahagia bermain untuk Belgia."
Belgia Bukan Lagi Penguasa Ranking FIFA
Melihat peta persaingan juara, Garcia secara terbuka menyebutkan bahwa Prancis, Spanyol, Argentina, Brasil, dan Inggris merupakan kandidat kuat juara di turnamen kali ini. Baginya, status Belgia saat ini sudah bergeser dari beberapa tahun lalu.
"Kami bukan lagi negara yang memimpin Ranking FIFA selama enam tahun. Kami adalah outsider (tim non-unggulan), dan itu tidak masalah. Ini adalah situasi yang sudah biasa saya hadapi sebagai pelatih," pungkasnya.
Selain pilar-pilar di atas, Garcia juga mengonfirmasi akan mengandalkan nama-nama familiar dari kompetisi Italia seperti Alexis Saelemaekers (AC Milan) serta Charles De Ketelaere untuk mendongkrak performa lini serang Setan Merah demi bisa melaju sejauh mungkin hingga ke babak final di New York.