Otak Permainan Grup D Piala Dunia 2026: Dari Duet Maut AS hingga Ambisi Hakan Calhanoglu

Pemain Inter Milan, Hakan Calhanoglu
Pemain Inter Milan, Hakan Calhanoglu

Persaingan di Grup D Piala Dunia 2026 dipastikan bakal berlangsung sengit. Grup yang dihuni oleh Amerika Serikat (AS), Paraguay, Australia, dan Turki ini akan diwarnai oleh adu taktik dan kreativitas dari para jenderal lapangan tengah masing-masing tim.

Laman resmi FIFA menyatakan bahwa AS akan tampil dengan motivasi berlipat selaku tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko. Di sisi lain, Australia, Turki, dan Paraguay datang menantang dengan modal generasi emas pemain yang sedang berada dalam performa puncak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di antara deretan bintang yang ada, terdapat lima nama yang diyakini memiliki pengalaman, produktivitas, serta kontribusi besar untuk menjadi pembeda sekaligus penentu nasib timnya menuju babak gugur.

Dominasi Tuan Rumah: Duet Sentral Pulisic dan McKennie

Sebagai tuan rumah, Amerika Serikat memiliki keuntungan besar dengan kehadiran dua motor serangan utama di lini tengah mereka.

Christian Pulisic: Sang kapten tetap menjadi figur sentral bagi The Yanks. Pemain AC Milan yang fleksibel di posisi gelandang serang maupun penyerang sayap ini punya rekam jejak apik di Piala Dunia 2022 Qatar dengan torehan satu gol dan dua assist. Di bawah asuhan juru taktik berpengalaman Mauricio Pochettino, Pulisic kembali dipercaya memimpin generasi emas AS untuk melangkah lebih jauh.

Kapten Timnas Amerika Serikat, Christian Pulisic dikerumuni pemain Panama

Weston McKennie: Menjadi tandem sehati Pulisic, McKennie adalah gelandang box-to-box yang menjaga keseimbangan transisi menyerang dan bertahan timnas AS. Pengalamannya bersama Juventus di level elite Serie A membuatnya sangat diandalkan dalam mengontrol tempo permainan. Kualitas kepemimpinannya pun tak perlu diragukan, di mana ia bahkan sempat dipercaya mengemban ban kapten Bianconeri pada laga Liga Champions awal tahun lalu.

Wajah Kebangkitan Paraguay: Miguel Almiron

Paraguay akhirnya kembali merasakan atmosfer Piala Dunia setelah absen cukup lama sejak penampilan terakhir mereka pada edisi 2010. Sosok utama di balik kebangkitan tim asal Amerika Selatan ini adalah Miguel Almiron.

Miguel Almiron mirip Raditya Dika

Miguel Almiron mirip Raditya Dika

Meski usianya kini sudah menginjak 32 tahun dan belum pernah mencicipi putaran final Piala Dunia, pemain yang dikenal dengan kecepatannya ini tampil luar biasa sepanjang babak Kualifikasi CONMEBOL. Almiron dipastikan akan menjadi tumpuan utama kreativitas dan produktivitas serangan Paraguay.

Simbol Konsistensi Australia: Jackson Irvine

Beralih ke wakil Asia, Australia kembali mengandalkan Jackson Irvine sebagai simbol konsistensi Socceroos dalam beberapa tahun terakhir. Bersama kiper Matthew Ryan, Irvine kerap dipercaya memimpin tim sebagai kapten.

Gelandang tengah ini punya peran besar saat membawa Australia mencetak sejarah lolos ke babak 16 besar di Qatar empat tahun lalu. Kemampuannya yang seimbang dalam bertahan dan menyerang, serta jiwa kepemimpinannya yang kuat, akan menjadi modal krusial bagi Australia untuk mengulang performa impresif tersebut.

Otak Permainan Turki: Hakan Calhanoglu

Setelah absen selama 24 tahun sejak meraih peringkat ketiga yang legendaris pada edisi 2002, Turki akhirnya kembali ke panggung bergengsi dunia. Di bawah arahan pelatih Vincenzo Montella, Hakan Calhanoglu ditunjuk sebagai otak permainan sekaligus kapten tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bintang Inter Milan ini memiliki reputasi mentereng sebagai salah satu pengumpan terbaik di Eropa dan spesialis bola mati yang mematikan. Kendati ini menjadi debutnya di putaran final Piala Dunia, pengalaman panjang Calhanoglu di level klub elite Eropa diharapkan mampu memenuhi ambisi besar fan Turki untuk mengulang sejarah manis 2002 silam.

Dengan kualitas individu, kapasitas kepemimpinan, dan pengalaman yang dimiliki kelima pemain di atas, sektor lini tengah akan menjadi kunci utama. Siapa jenderal lapangan tengah yang mampu tampil paling dominan, dialah yang kemungkinan besar akan membawa negaranya melaju ke babak sistem gugur.