Profil Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026, Tim Afrika yang Lolos Tanpa Kebobolan
Timnas Tunisia kembali memastikan diri tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keikutsertaan ini menjadi penampilan ketujuh Eagles of Carthage di putaran final Piala Dunia sekaligus yang ketiga secara beruntun setelah edisi 2018 dan 2022.
Kepastian lolos diraih Tunisia setelah menjalani kampanye kualifikasi yang impresif di zona Afrika. Tim asal Afrika Utara tersebut bahkan mencatatkan rekor istimewa dengan menjadi tim pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026 tanpa kebobolan satu gol pun sepanjang babak kualifikasi.
Prestasi tersebut semakin mengukuhkan Tunisia sebagai salah satu kekuatan paling konsisten di benua Afrika. Dalam abad ke-21, mereka berhasil tampil pada lima dari tujuh edisi Piala Dunia yang digelar.
Meski belum pernah lolos dari fase grup, Tunisia datang ke Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Pengalaman tampil di sejumlah edisi sebelumnya menjadi modal penting untuk mencoba mencetak sejarah baru.
Perjalanan Menuju Piala Dunia 2026
Timnas Tunisia
Tunisia tampil dominan sepanjang kualifikasi Piala Dunia zona Afrika. Mereka mengawali perjalanan di bawah asuhan Faouzi Benzarti sebelum tongkat estafet kepelatihan beralih kepada Sami Trabelsi.
Pergantian pelatih tersebut justru membawa dampak positif. Tunisia sukses mencatat enam kemenangan beruntun dan mengumpulkan 28 poin dari kemungkinan 30 poin yang tersedia.
Selain produktif dalam meraih kemenangan, kekuatan utama Tunisia terlihat pada sektor pertahanan. Dalam 10 pertandingan kualifikasi, mereka tidak kebobolan satu gol pun.
Tiket ke Piala Dunia dipastikan pada September 2025 setelah Mohamed Ali Ben Romdhane mencetak gol kemenangan dramatis ke gawang Guinea Khatulistiwa.
Sabri Lamouchi di Kursi Pelatih
Pertandingan antara Timnas Tunisia vs Australia di Piala Dunia 2022.
Menjelang Piala Dunia 2026, Tunisia menunjuk Sabri Lamouchi sebagai pelatih baru pada Januari 2026. Pelatih berusia 54 tahun itu menggantikan Sami Trabelsi setelah Tunisia tersingkir pada babak 16 besar Piala Afrika 2025.
Lamouchi bukan sosok asing di level internasional. Mantan gelandang Timnas Prancis tersebut pernah menangani Pantai Gading pada Piala Dunia 2014 serta memiliki pengalaman melatih sejumlah klub seperti Nottingham Forest, Cardiff City, Rennes, dan Al-Riyadh.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu membantu Tunisia menghadapi tantangan berat di putaran final Piala Dunia.
Hannibal Mejbri Jadi Tumpuan
Hannibal Mejbri
Salah satu pemain yang paling dinantikan penampilannya adalah Hannibal Mejbri. Gelandang berusia 23 tahun yang kini bermain untuk Burnley itu dikenal memiliki kemampuan menjaga penguasaan bola di bawah tekanan serta visi bermain yang baik dalam membangun serangan.
Mejbri juga mampu beroperasi di berbagai posisi lini tengah sehingga memberikan fleksibilitas taktik bagi Tunisia. Menariknya, pemain kelahiran Prancis tersebut sempat membela tim junior Prancis sebelum memutuskan memperkuat Tunisia pada 2021.
Skuad Tunisia untuk Piala Dunia 2026
- Kiper: Noureddine Farhati, Aymen Dahmen, Mouhib Chamakh, Sabri Ben Hessen.
- Bek: Montassar Talbi, Yassine Meriah, Dylan Bronn, Nader Ghandri, Adem Arous, Ali Abdi, Ali Maaloul, Yan Valery, Mohamed Ben Ali, Alaa Ghram, Amin Cherni, Mohamed Drager, Rami Kaib.
- Gelandang: Ellyes Skhiri, Mohamed Belhadj Mahmoud, Mohamed Ali Ben Romdhane, Houssem Tka, Ferjani Sassi, Hannibal Mejbri, Saif-Eddine Khaoui, Idris El Mizouni, Hamza Rafia, Anis Slimane, Chiheb Labidi.
- Penyerang: Ismael Gharbi, Elias Saad, Sebastian Tounekti, Elias Achouri, Naim Sliti, Mortadha Ben Ouanes, Firas Chaouat, Hazem Mastouri, Seifeddine Jaziri, Amor Layouni, Sayfallah Ltaief, Louey Ben Farhat, Youssef Mskani.
Jadwal Tunisia di Piala Dunia 2026
- 14 Juni 2026: Swedia vs Tunisia
- 20 Juni 2026: Tunisia vs Jepang
- 25 Juni 2026: Tunisia vs Belanda
Peluang Tunisia
Tunisia datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal pertahanan yang sangat solid dan rekor kualifikasi yang mengesankan. Namun, mereka menghadapi tantangan berat di fase grup karena harus bersaing dengan Belanda, Jepang, dan Swedia.
Meski tidak dijagokan menjadi juara grup, Eagles of Carthage memiliki peluang untuk menciptakan sejarah dengan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya. Konsistensi permainan serta pengalaman para pemain senior akan menjadi kunci bagi Tunisia untuk mewujudkan target tersebut.