Argentina Bidik Sejarah di Piala Dunia, Messi Siap Pimpin Misi Gelar Ganda
Argentina datang ke Piala Dunia dengan status juara bertahan sekaligus ambisi besar untuk mencatat sejarah sebagai tim pertama dalam lebih dari setengah abad yang mampu mempertahankan gelar.
Misi itu bukan perkara mudah, sebab hanya Italia pada 1934 dan 1938 serta Brasil pada 1958 dan 1962 yang pernah memenangi Piala Dunia secara beruntun.
Meski sejarah menunjukkan betapa beratnya tantangan tersebut, Argentina tetap memiliki modal kuat untuk kembali melaju jauh di turnamen ini, dikutip dari AFP pada Jumat (29/5/2026).
Argentina pertahankan inti skuad juara
Pelatih Lionel Scaloni masih mempertahankan sebagian besar pemain inti yang membawa Argentina menjadi juara dunia di Qatar pada 2022.
Lionel Messi, yang kini berusia 38 tahun, diperkirakan kembali memimpin Argentina sebagai kapten dalam penampilan keenamnya di Piala Dunia.
Keberadaan Messi membuat Argentina tetap memiliki figur sentral, baik dari sisi pengalaman, kepemimpinan, maupun kualitas permainan di laga-laga besar.
Argentina juga tampil meyakinkan sepanjang kualifikasi zona Amerika Selatan dengan hanya menelan empat kekalahan dari 18 pertandingan.
La Albiceleste finis di posisi teratas dan unggul sembilan poin atas Ekuador yang menempati peringkat kedua.
Catatan itu membuat Argentina menjadi salah satu unggulan kuat di Grup J, yang juga dihuni Aljazair, Austria, dan Yordania.
Argentina akan memulai perjalanan mereka di Grup J dengan menghadapi Aljazair di Kansas City pada 16 Juni.
Meski demikian, ujian terbesar Argentina kemungkinan baru muncul di fase berikutnya saat mereka bertemu tim-tim kuat Eropa.
Tim asuhan Scaloni belum pernah menghadapi negara besar Eropa sejak mengalahkan Perancis pada final Piala Dunia 2022.
Aljazair jadi ancaman utama di Grup J
Aljazair diprediksi menjadi lawan terberat Argentina di Grup J setelah kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014.
Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Aljazair mampu mencapai babak 16 besar sebelum dihentikan Belgia.
Kembalinya Aljazair ke panggung dunia didapat setelah mereka tampil solid di kualifikasi Afrika dan finis sebagai juara grup.
Aljazair mengakhiri kualifikasi dengan keunggulan tujuh poin atas Uganda yang berada di posisi kedua.
Riyad Mahrez, mantan bintang Manchester City, akan menjadi kapten Aljazair di turnamen ini.
Di lini depan, Aljazair memiliki Mohamed Amoura, penyerang VfL Wolfsburg yang dikenal cepat dan berbahaya di kotak penalti.
Duel Aljazair melawan Austria juga membawa memori lama dari Piala Dunia 1982 di Spanyol.
Saat itu, Aljazair tersingkir dari fase grup setelah Jerman Barat mengalahkan Austria 1-0 dalam laga yang menguntungkan kedua tim Eropa tersebut.
Pertandingan itu kemudian dikenal sebagai “Aib Gijon” dan menjadi salah satu alasan FIFA mengubah aturan jadwal laga terakhir fase grup agar dimainkan secara bersamaan.
Austria dan Yordania lengkapi persaingan
Austria datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri setelah kembali tampil untuk pertama kalinya sejak 1998.
Tim tersebut dilatih oleh Ralf Rangnick, sosok berpengalaman asal Jerman yang dikenal memiliki pendekatan taktik modern dan disiplin.
Austria juga diperkuat David Alaba, bek Real Madrid yang menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad.
Mereka lolos langsung ke Piala Dunia setelah finis di atas Bosnia dan Herzegovina pada babak kualifikasi.
Sementara itu, Yordania menjadi tim Asia yang mencatat sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia.
Yordania lolos setelah menempati posisi kedua di belakang Korea Selatan pada kualifikasi Asia.
Kehadiran Yordania membuat Grup J tidak hanya berisi persaingan tim-tim berpengalaman, tetapi juga kisah debut negara yang mencoba mencuri perhatian di panggung terbesar sepak bola dunia.
Dengan komposisi tersebut, Argentina tetap menjadi favorit utama di Grup J, tetapi Aljazair dan Austria memiliki cukup kualitas untuk memberi tekanan sejak fase awal turnamen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang