Apakah Ego Lifting Itu Buruk? Ini Jawaban dan Tips dari Pakar
Ego lifting adalah ketika seseorang memaksakan diri untuk mengangkat beban yang melebihi kemampuan saat berolahraga di gym.
Ego lifting kerap dianggap negatif karena biasanya jadi ajang untuk memamerkan kekuatan atau membuat orang lain terkesan. Namun, ada pula yang menganggapnya positif karena tubuh ternyata kuat mengangkat beban melebihi kemampuan.
“Pada dasarnya, ego lifting itu tidak akan baik end game-nya karena akan mendorongmu ke arah cedera,” tutur Brand Specialist Technogym Indonesia, Hadi Wijaya kepada Kompas.com di showroom Technogym, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025).
Ego lifting apakah baik atau buruk?
Managing Director Technogym Indonesia Samuel Chin (tengah) dan Brand Specialist Technogym Indonesia Hadi Wijaya (sebelah kanan Samuel) di showroom Technogym di Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025).
Hadi menerangkan, mengangkat beban yang melebihi kemampuan memang bisa dilakukan, asalkan kamu dipandu oleh personal trainer.
Sebab, personal trainer dapat membantu kegiatan mengangkat beban menjadi lebih aman, di samping membantu menyusun program olahraga yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi tubuh seseorang.
Selain itu, mereka juga akan membantumu melakukan gerakan dengan teknik yang benar agar terhindar dari risiko cedera.
“Bantuan dari fitness coach, atau memang ada program yang direkomendasikan untuk dia, bisa (mengangkat beban yang melebihi kemampuan) untuk menghindari cedera,” ujar Hadi.
Pentingnya tentukan program latihan sejak awal
Ilustrasi angkat besi.
Saat berolahraga di gym, kamu harus menentukan dari awal program latihan apa yang ingin dilakukan berdasarkan kapasitas tubuh dan kemampuan yang dimiliki saat ini.
Dengan demikian, jika ingin mencoba mengangkat beban yang melebihi kemampuan, personal trainer tinggal melakukan penyesuaian terhadap program latihan yang sudah ada.
“Apa latar belakang dan tujuan dia berolahraga? Dan kemampuannya seperti apa? Karena, kalau berkegiatan di atas satu level saat ini (kemampuan), seorang atlet pun tidak akan berani karena berisiko cedera. Dan beban latihan yang baik adalah yang secara progresif beradaptasi sama kita,” pungkas Hadi.