Waspada Modus Penipuan Internet Banking, Pakar Siber Beri 5 Tips Berikut

internet banking, Kejahatan siber, Waspada Modus Penipuan Internet Banking, Pakar Siber Beri 5 Tips Berikut

Ancaman serangan siber makin marak terjadi dan hadir dengan berbagai macam modus kejahatan.

Para penjahat memanfaatkan berbagai celah keamanan internet untuk melakukan serangan dan meraup keuntungan dari sana.

Salah satu modus yang cukup umum adalah penipuan internet banking dengan menggunakan link phising.

Phising adalah modus ketika pelaku mengirimkan link palsu seolah berasal dari pihak bank resmi. Ketika target membuka link tersebut, maka data pribadi seperti PIN, OTP, username, dan password dapat dicuri untuk menguras isi rekening.

Meski semua bank saat ini memiliki sistem keamanan ketat, namun teknologi terus berkembang. Artinya, para penjahat siber tetap berpotensi hadir dengan modus-modus baru.

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menyebut bahwa keamanan adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Kewaspadaan adalah suatu hal yang wajib terus dilakukan.

“Perlindungan yg hari ini aman tidak menjamin aman besok atau bulan depan, selalu waspada dan jangan pernah over confidence dengan security,” kata Alfons kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2026).

Dia juga membagikan beberapa tips keamanan internet banking yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terkena penipuan:

1. Selalu waspada dan hati-hati bertransaksi dengan nominal besar saat akhir pekan karena kejahatan digital umumnya dilakukan di akhir pekan saat kantor bank tutup.

2. Jangan mudah percaya dengan hasil Google Search. Terbukti banyak hasil google search dan iklan google yang mengarahkan ke situs phishing. Pastikan untuk melakukan double check.

3. Gunakan antivirus dan pastikan tidak ada malware yg bisa mengalihkan akses internet banking.

4. Saat membuka internet banking pastikan situs yang anda akses sesuai dengan alamat Internet banking dan bukan situs phishing.

5. Jangan mudah percaya kalau anda dihubungi oleh siapapun yg mengaku CS bank, atau kepala cabang bank sekalipun. Terutama ketika minta OTP apply 1 atau apply.

Kejahatan siber dengan model phising sering kali mengincar ketidakwaspadaan pengguna dengan mengirimkan link yang mirip dengan link asli.

Alfons mengimbau agar memperhatikan dengan baik terkait link internet banking dan tidak sembarangan menginstal ekstensi browser.

“Simpan alamat internet banking di favorites dan pastikan tidak ada add on yg tidak anda kenal terinstal pada peramban yg anda gunakan untuk internet banking,” tegas Alfons.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang