Ingin Usus Lebih Sehat? Serat Saja Ternyata Tidak Cukup
Serat kini menjadi salah satu nutrisi yang semakin banyak mendapat perhatian. Kabar baiknya, tren “memaksimalkan” konsumsi serat ini bisa berdampak positif bagi kesehatan.
Namun, banyak orang di Indonesia yang masih kekurangan serat. Padahal, rekomendasi asupan serat untuk orang dewasa berada di kisaran 21 hingga 38 gram per hari.
Serat terkenal dengan berbagai manfaatnya, mulai dari menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga mengatasi berbagai masalah pencernaan.
Namun, ada satu cara untuk membuat manfaat serat menjadi lebih optimal, terutama bagi kesehatan usus: mengombinasikannya dengan polifenol.
Apa itu polifenol dan mengapa penting dimakan bersama serat?
Polifenol adalah antioksidan alami yang banyak ditemukan pada tumbuhan. Fungsinya adalah melawan radikal bebas, molekul merusak yang dapat memicu berbagai penyakit dan menurunkan sistem imun.
Menurut Rebecca Goodrich, seorang ahli gizi dan edukator kesehatan di L.A. Care Health Plan, ketika dikonsumsi, polifenol akan diserap di usus besar dan mulai bekerja mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Goodrich menjelaskan bahwa polifenol bahkan bisa bertindak layaknya prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di usus. Dengan demikian, polifenol membantu:
- Meningkatkan jumlah bakteri baik
- Memperbaiki keteraturan buang air besar
- Mendukung penyerapan nutrisi
- Membantu mengelola kondisi pencernaan kronis tertentu
Serat dan polifenol: Kombinasi yang saling menguatkan
Mengonsumsi serat dan polifenol secara bersamaan memberikan efek ganda bagi kesehatan usus. Serat membantu meningkatkan aktivitas polifenol, menjadikan sifat antioksidannya lebih kuat.
Selain itu, serat juga memperlambat pelepasan polifenol sehingga sebagian besar kandungannya dapat diserap di kolon (usus besar), tempat di mana polifenol memberikan manfaat maksimal bagi pencernaan dan sistem imun.
Ilustrasi brokoli. Ini cara memasak brokoli yang benar.
Dengan kata lain, serat dan polifenol bekerja secara sinergis untuk:
- Meningkatkan antioksidan dalam tubuh
- Menumbuhkan bakteri baik di usus
- Menjaga keseimbangan mikrobioma usus
- Memperkuat kesehatan pencernaan secara menyeluruh
Keseimbangan bakteri di dalam mikrobioma sangat penting. Saat ekosistem mikroba ini sehat dan stabil, fungsi pencernaan pun berjalan optimal.
Sumber makanan kaya serat dan polifenol
Kabar baiknya, banyak makanan tinggi serat ternyata juga kaya polifenol. Ini memudahkan Anda untuk mendapatkan kedua manfaat sekaligus hanya dari satu jenis bahan pangan.
Beberapa sumber terbaik di antaranya:
- Buah beri (strawberry, blueberry, raspberry)
- Sayuran hijau dan cruciferous seperti brokoli
- Cokelat hitam
- Teh hitam
- Kopi
Dengan mengonsumsi makanan-makanan tersebut secara rutin, Anda bisa mendukung kesehatan usus, meningkatkan imunitas, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang