Tantangan Spanyol untuk Juara Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Cedera sampai Cuaca

Piala Dunia 2026, Spanyol, Luis de la Fuente, Lamine Yamal, Tantangan Spanyol untuk Juara Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Cedera sampai Cuaca

Spanyol menjadi salah satu favorit kuat untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Meski ada pesaing berat seperti Argentina, Prancis, dan Inggris, konsistensi dan kualitas pemain La Roja membuat banyak penggemar yakin mereka akan mengangkat trofi di New York pada Juli nanti.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, sehingga Spanyol menghadapi tantangan lebih berat dibanding sebelumnya untuk meraih sukses tersebut.

Banyak pendukung sudah menaruh harapan besar pada tim asuhan Luis de la Fuente untuk melaju hingga partai puncak.

Salah satu isu paling hangat di sepak bola Spanyol belakangan ini adalah cedera yang menimpa Lamine Yamal.

Yamal menjadi sorotan dunia saat Euro 2024 berkat kecepatannya dan kemampuan mengelabui lawan bersama Nico Williams.

Namun, cedera yang membuatnya absen hingga akhir musim LaLiga 2025-2026 membuat tim pelatih berusaha keras agar ia bisa tampil di putaran final Piala Dunia.

Diperkirakan waktu bermain Yamal akan dibatasi selama fase grup agar kondisinya tetap prima di babak selanjutnya.

Piala Dunia 2026, Spanyol, Luis de la Fuente, Lamine Yamal, Tantangan Spanyol untuk Juara Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Cedera sampai Cuaca

Timnas Spanyol yang dikapteni Alvaro Morata merayakan keberhasilan menjuarai Euro 2024 usai mengalahkan Inggris 2-1 pada laga final di Olympiastadion, Berlin, Jerman, 14 Juli 2024. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)

Laju Positif Spanyol

Kepercayaan terhadap potensi Spanyol juga didasari oleh catatan impresif mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Terakhir kali La Roja kalah dalam pertandingan kompetitif selama 90 menit adalah saat takluk 0-2 dari Skotlandia di Hampden Park pada 2023.

Sejak itu, Spanyol melaju dengan mulus dalam berbagai babak kualifikasi.

Meski rekor bagus bisa berakhir kapan saja, kemenangan yang berkelanjutan membangun kebiasaan positif dan memperkuat tim setiap pertandingan.

Sebelum menghadapi Tanjung Verde di laga pertama fase grup Piala Dunia 2026, Spanyol masih akan menjalani dua pertandingan persahabatan yang berpotensi memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka.

Dulu ada anggapan bahwa tim Eropa akan juara saat Piala Dunia digelar di Benua Biru. Sementara, tim Amerika Selatan juara ketika Piala Dunia digelar di luar Eropa.

Namun, tren itu mulai berubah sejak Spanyol juara di Afrika Selatan (2010) dan Jerman jadi kampiun di Brasil (2014).

Cuaca Amerika Jadi Tantangan Tim Eropa

Meski demikian, kondisi iklim musim panas di AS dan Meksiko akan menguntungkan tim Amerika Selatan, dan Spanyol harus menyesuaikan diri dengan suhu serta kelembapan yang tinggi.

Selain itu, ada kecenderungan bahwa juara Euro mengalami kesulitan di Piala Dunia, sehingga persiapan matang sangat diperlukan.

Gaya Baru bersama Luis de la Fuente

Keberhasilan Spanyol sebelumnya banyak didukung oleh gaya tiki-taka. Strategi menguasai bola ini sempat menjadi kekuatan utama.

Namun, lambat laun lawan mulai menemukan cara untuk mengatasi permainan tersebut, sehingga membuat Spanyol sering tersingkir lebih awal dalam sebuah turnamen.

Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol mengadaptasi gaya bermain yang menggabungkan kecepatan dan pragmatisme, menggunakan sayap cepat untuk serangan lebih efektif.

Perubahan ini dianggap penting agar La Roja bisa meraih kemenangan di turnamen kali ini.

Meskipun cedera Yamal menjadi perhatian, keberhasilan Spanyol mungkin lebih bergantung pada kondisi Rodri, salah satu pemain kunci mereka.

Absennya Rodri akibat cedera ACL sempat membuat Spanyol sulit tampil optimal, terutama di lini tengah.

Walau Spanyol masih bisa memenangkan sebagian besar pertandingan tanpa Rodri, kehadirannya sangat memperkuat tim secara defensif.

Oleh karena itu, menjaga kebugaran Rodri hingga Piala Dunia sangat krusial bagi peluang Spanyol.

Selain mempersiapkan pemain inti, Spanyol juga harus memperhatikan lawan yang akan dihadapi dalam fase grup dan babak gugur.

Spanyol tergabung dalam grup yang relatif mudah, namun finis sebagai juara grup sangat penting untuk menghindari pertandingan berat melawan Brasil, Argentina, atau tuan rumah Meksiko.

Dengan menjadi juara Grup H, Spanyol bisa menghadapi lawan seperti Perancis dan Jerman yang mungkin lebih bisa mereka atasi, sehingga peluang meraih gelar kedua semakin terbuka lebar bagi Luis de la Fuente dan para pemainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang