Lagi! Trump Tuding Paus Leo Dukung Iran, Klaim Dunia Jadi Kurang Aman

Paus Leo XIV
Paus Leo XIV

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memberikan kritik kepada Paus Leo. Dalam sebuah wawancara dengan Hugh Hewitt, Trump menyebut Paus Leo membantu Iran. Tak hanya itu saja Trump juga menilai pernyataan Paus untuk memperlakukan imigran dengan hormat justru membuat dunia menjadi kurang aman.

Kritik yang dilontarkan Trump ini berpotensi memperumit upaya pemulihan hubungan diplomatik AS dan Vatikan menjelang kunjungan menteri luar negeri AS, Marco Rubio ke Vatikan pada Kamis besok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Paus membahas tidak masalah jika Iran memiliki senjata nuklir. Menurut saya itu tidak baik, saya pikir dia membahayakan banyak umat katolik dan banyak orang,” kata Trump dikutip dari laman SCMP, Rabu 6 Mei 2026.

Menyusul dengan kritik terbuka yang dilayangkan Trump, Paus Leo merespon. Dia menyebut bahwa pernyataannya telah disalahartikan oleh Trump. Paus Leo menegaskan bahwa Gereja Katolik selama bertahun-tahun telah menentang semua senjata nuklir.

”Jadi tidak ada keraguan soal itu,” kata Paus Leo kepada awak media Selasa waktu setempat.

Ia juga kembali menegaskan bahwa seruannya untuk perdamaian dan dialog dalam perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berakar pada nilai-nilai ajaran kitab suci.

“Misi gereja adalah memberitakan Injil, memberitakan perdamaian. Jika ada yang ingin mengkritik saya karena menyampaikan Injil, lakukanlah dengan kebenaran,” ujar Leo.

Sementara itu, Rubio yang juga seorang Katolik taat, menyatakan bahwa kritik Trump dilandasi kekhawatiran terhadap kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir yang dapat digunakan terhadap jutaan umat Katolik dan Kristen lainnya. Ia menegaskan bahwa dunia seharusnya menentang hal tersebut.

”Trump, tidak memahami mengapa siapa pun terlepas dari paus bahkan saya sendiri, presiden, dan sebagian besar orang, tidak bisa mengerti mengapa ada yang menganggap ide Iran memiliki senjata nuklir itu baik,” ujar Menlu AS itu kepada wartawan di Gedung Putih.

Meski begitu, komentar terbaru Trump diperkirakan akan menyulitkan tugas Rubio saat bertemu dengan paus pada Kamis. Selama ini, Rubio kerap diminta meredam atau menjelaskan pernyataan keras Trump, terutama terkait Eropa, NATO, dan Timur Tengah. Perselisihan dengan paus juga berpotensi berdampak pada politik dalam negeri AS, terutama menjelang pemilu paruh waktu Kongres.

Bulan lalu, Trump juga sempat menyerang Leo melalui media sosial. Dia menuduh paus bersikap lunak terhadap kejahatan dan terorisme terkait komentarnya tentang kebijakan imigrasi dan deportasi, serta perang Iran. Leo kemudian menanggapi dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa dari mereka yang berperang.

Tak lama setelah itu, Trump sempat mengunggah gambar di media sosial yang menyamakan dirinya dengan Yesus Kristus, namun kemudian dihapus setelah menuai kritik. Ia juga menolak meminta maaf kepada paus dan berdalih bahwa gambar tersebut menampilkan dirinya sebagai seorang dokter.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Trump ikut menyayangkan pernyataan Trump tentang paus.

Sebagai balasan, Trump kembali mengkritik Meloni, seiring meningkatnya ketegangan dengan sekutu NATO yang ia nilai kurang mendukung perang terhadap Iran. Bahkan, Pentagon dilaporkan berencana menarik ribuan pasukan dari Jerman dalam beberapa bulan ke depan.

Menanggapi kritik terbaru Trump, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyebut pernyataan tersebut “tidak dapat diterima dan tidak membantu upaya perdamaian.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya menegaskan dukungan saya terhadap setiap tindakan dan pernyataan Paus Leo; kata-katanya mencerminkan dialog, nilai kehidupan manusia, dan kebebasan. Ini adalah visi yang juga dianut pemerintah kami, yang berkomitmen melalui diplomasi untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di berbagai wilayah konflik,” tulis Tajani.

Rubio sendiri dijadwalkan bertemu dengan Meloni dan Tajani pada Jumat, dalam rangkaian kunjungannya yang dalam setahun terakhir sudah membawanya beberapa kali ke Italia dan Vatikan.