Trump Bakal Blak-blakan soal Taiwan saat Bertemu Xi Jinping

Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan APEC summit, di Busan
Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan APEC summit, di Busan

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan mengunjungi China pekan depan dan melakukan pertemuan strategis dengan Presiden Xi Jinping. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meyakini pertemuan Trump dan Xi akan membahas isu Taiwan yang paling kompleks dalam beberapa dekade. 

"Saya yakin Taiwan akan menjadi topik pembicaraan. Selalu," kata Rubio saat konferensi pers di Gedung Putih, menambahkan bahwa Washington dan Beijing sama-sama memahami posisi masing-masing mengenai wilayah yang memiliki pemerintahannya sendiri itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjelang pertemuan puncak Trump dengan Xi yang dijadwalkan pada 14 dan 15 Mei, Rubio juga mengatakan AS akan mengangkat isu hak asasi manusia (HAM) di China dan sejumlah isu sensitif lainnya.

Tidak seperti presiden AS lainnya, Trump dikenal menghindari pembahasan topik sensitif yang telah lama ada dalam hubungan bilateral, termasuk Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya sendiri dan akan merebut wilayah itu, jika perlu dengan kekerasan.

Selain itu, ketimbang mengkritik China dari sudut pandang ideologis, Trump lebih sering memprioritaskan upaya memaksimalkan manfaat ekonomi bagi AS.

Ketika Trump dan Xi terakhir kali bertemu di Korea Selatan pada Oktober lalu, pembicaraan mereka berfokus pada isu perdagangan. Pada saat itu Trump mengaku tidak membahas soal Taiwan.

Ketika saat ini ditanya apakah kedua presiden itu akan membahas Taiwan, Rubio menyatakan bahwa yang jelas kedua belah pihak tidak ada yang ingin melihat ketidakstabilan di kawasan tersebut.

"Kita tidak ingin terjadi peristiwa yang mengganggu stabilitas terkait Taiwan atau di mana pun di Indo-Pasifik," katanya. "Saya rasa itu menguntungkan kedua belah pihak, yakni AS dan China."

Trump sebelumnya menunda perjalanannya ke China yang awalnya pada 31 Maret hingga 2 April. Ini merupakan kunjungan pertama presiden AS yang sedang menjabat dalam kurun waktu lebih dari delapan tahun terakhir. Kunjungan Trump terjadi di tengah perang dan ketidakstabilan di Timur Tengah. 

Dalam pertemuan yang dijadwalkan pada 14–15 Mei, pemerintahan Trump ingin mempertahankan hubungan yang stabil dengan Beijing. Trump juga mengatakan dalam sebuah acara di Gedung Putih bahwa ia berharap dapat segera bertemu Xi dalam kunjungan yang menurutnya sangat penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun masih banyak isu perdagangan dan lainnya yang belum terselesaikan, sikap Trump terhadap China telah melunak secara signifikan sejak pertemuannya dengan Xi di Korea Selatan pada Oktober 2025.

Tanpa secara langsung menyebut China dalam konteks perang Iran, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat memimpin dalam bidang kecerdasan buatan, tetapi kedua negara memiliki persaingan yang sangat bersahabat.