Gabriele Gravina Sebut Usulan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Memalukan

Gabriele Gravina, Piala Dunia, FIGC, Gabriele Gravina Sebut Usulan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Memalukan

Mantan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, memberikan respons keras terhadap spekulasi yang menyebut tim nasional Italia berpeluang menggantikan posisi Iran di ajang Piala Dunia 2026.

Gabriele Gravina menilai wacana tersebut sama sekali tidak berdasar dan mencederai integritas olahraga.

Langkah pengunduran diri Gabriele Gravina dari kursi kepemimpinan federasi diambil tak lama setelah Gli Azzurri dipastikan absen dari putaran final turnamen empat tahunan tersebut.

Keputusan ini merupakan buntut dari kegagalan Italia menaklukkan Bosnia dan Herzegovina pada babak final play-off akhir Maret lalu, yang menyebabkan mereka absen dalam tiga edisi beruntun.

Dalam sebuah wawancara pada acara 'Otto e mezzo' di saluran La7, sosok berusia 72 tahun ini menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur murni merupakan langkah pribadi demi kebaikan federasi, bukan karena adanya tekanan dari pihak luar.

Ia memandang hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan memenuhi target utama publik.

"Saya tidak dipaksa untuk mengundurkan diri, sama sekali tidak. Itu adalah pilihan pribadi saya," kata Gravina dikutip dari Football Italia, Kamis (30/4/2026).

"Saya telah berjanji kepada penggemar sepak bola Italia bahwa kami akan lolos ke Piala Dunia dan sayangnya saya tidak dapat menepati janji ini."

Ia menambahkan bahwa keputusannya merupakan langkah untuk meredam kegaduhan yang terjadi di tingkat institusional.

"Mengundurkan diri adalah hal yang tepat, sebuah isyarat cinta dan tanggung jawab," lanjut Gabriele Gravina.

"Saya bukan tipe orang yang mudah tertekan, saya berpikir dengan kepala dan dengan tenang. Ini adalah tindakan tanggung jawab terhadap federasi."

"Ada histeria institusional yang terjadi di mana-mana, dan bagus untuk tidak membiarkan FIGC terlalu terekspos."

Bantahan Atas Tuduhan Kegagalan

Gabriele Gravina, Piala Dunia, FIGC, Gabriele Gravina Sebut Usulan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Memalukan

Bek Timnas Italia, Federico Dimarco, merayakan dengan penyerang Italia #09 Mateo Retegui, bek Italia #05 Riccardo Calafiori dan gelandang Italia #08 Sandro Tonali setelah mencetak gol pertama timnya pada laga UEFA Nations League Grup A2 antara Perancis dan Italia di Parc des Princes, Paris, 6 September 2024.

Meski tim nasional pria gagal melaju ke babak utama di bawah masa kepemimpinannya, ia menolak jika seluruh kinerjanya dianggap sebagai kegagalan total.

Menurutnya, penilaian terhadap federasi tidak semestinya hanya didasarkan pada capaian satu tim nasional saja, melainkan pada seluruh proyek pengembangan yang telah dijalankan.

"Saya rasa saya tidak gagal," tegas pria kelahiran Castellaneta pada 5 Oktober 1953 itu.

"Jika kita berbicara tentang insiden kecil, tentu saja saya gagal, tetapi jika kita ingin berbicara tentang aktivitas dalam segala bentuknya dan semua proyek yang telah kita laksanakan, federasi kita termasuk yang paling dihargai di Eropa dan di dunia."

Mengenai isu liar yang menyebut Italia bisa masuk ke turnamen sebagai pengganti negara lain, ia menyatakan keberatannya demi menghormati para pendukung yang telah kecewa.

"Menurut saya itu adalah ide yang mengada-ada dan memalukan. Kami bernegosiasi untuk mendapatkan dukungan dari para penggemar Italia, yang merupakan satu-satunya yang pantas untuk pergi ke Piala Dunia," pungkasnya.

Pemilihan untuk menentukan sosok pengganti di pucuk pimpinan federasi dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni mendatang.

nama seperti Giovanni Malago dan Giancarlo Abete muncul disebut sebagai kandidat kuat yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dari Gabriele Gravina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang